Story cover for Teacher and Lectucer by haisistahhh
Teacher and Lectucer
  • WpView
    LECTURAS 18
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 18
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado may 02, 2019
Suara sinrine terdengar di telinga semua orang yang sedang berkumpul mengelilingi sang remaja yang diduga adalah korban kecelakaan naas yang terjadi. 

Seorang wanita menerobos kerumunan tersebut.

"Astagfirullah, dia murid saya"

Pemuda yang sedang memberikan pertolongan pertama menolehkan kepalanya. Wajah terkejut terlihat ketara dari sang pemuda, tapi kemudian ia menetralkan ekspresinya dan melanjutkan pertolongannya kepada sang korban.

Setelah ambulan mendekat, terdengar percakapan dari perempuan yang mengaku sebagai sang guru dan penolong sang korban.

"Kamu sudah menikah?" 

"Hah?"

"Saya tanya kamu sudah menikah?"

Gelengan terserbut membuat senyumnya merekah

"Memiliki kekasih?"

Sang wanita semakin bingung.. 
Di tengah situasi seperti ini? Ia benar benar tidak mengerti, hanya gelengan yang mampu ia berikan.

Senyum sang lelaki kembali merekah.

"Kalau begitu kita siap" katanya lalu masuk kedalam ambulan

Kemudian ambulan pun bergerak  membawa kebingungan dan suara sinrine yang semakin menjauh tak terdengar.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Teacher and Lectucer a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Love Is You (Tamat) de Atiya_AW
39 partes Concluida
Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.
 ALZERA (On Going) de CifaCiaull658
14 partes Concluida Contenido adulto
"ENTAH INI SUATU KE BETULAN, ATAU MEMANG GARIS DARI SEBUAH TAKDIR YANG MEMANG SUDAH TUHAN TENTUKAN MELALUI SUATU KEBOHONGAN" "HEH LU KALONYEBRANG TU PAKE MATA DONG!!" Sentak laki laki yang hampir saja menabrak Liza dengan penuh emosi "Maaf ya ka, tapi dimana-mana nyebrang itu bukan nya pake kaki?" jawab gadis itu sambil bangkit dari aspal "Terserah lu, udah bagus rem motor gua pakem , klo ga, udah masuk Rs kali lu, gua juga yang harus tanggung jawab" ucap Kesal cowo berseragam putih abu ber halem full fac diatas motor sport dengan jaket hitam kebanggan yang melekat di tubuh nya " tapi bukan sepenuhnya salah aku dong ka, kakanya juga bawamotornya kebut kebutan, lagian aku udah liat kanan kiri dulu ko sebelum nyebrang" Ucap gadis itu dengan nada yang tetap santay "Jawab mulu lu ya.., udaah cepet minggir, males gua ladenin Cewe frik ka ya lu" "Pagi-pagi udah bikin gua kesel aja dasar cewe frik" grutunya dan kmbali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan gadis yang barusan hampir ia tabrak "NYEBELIN BANGET SI TU COWO BUKAN NYA MINTA MAAF, sabar liza masi pagi, jangan rusak mood kamu hari ini cuma gara gara cowo nyebelin itu okey " grutu gadis itu mengingatkan dirinya sendiri menghela nafas dan mengelus dadanya mencoba tetap tenang dan tetap bersabar (KALO KALIAN PNASARAN GIMANA ALUR CERITANYA lanjut terus baca ya..!) "Knalin karakter mereka di cerita pertama ku kali ini" (Jangan lupa vot sebanyak banyak nya and komen, ajak tmn tmn kalian baca crita aku ya guysss🥰) "HAPPY READING GUYSS"🥳🤩
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Love Is You (Tamat) cover
SGS [7] Campus |  Austin Dan Kata Bahagia ✓ cover
 ALZERA (On Going) cover
MINE#1 ✔️ cover
Semoga cover
My Pretty Guard cover
DISMENOREA (COMPLETED) cover
When Mr. Bossy Falling In Love cover

Love Is You (Tamat)

39 partes Concluida

Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.