surat yang terpendam

surat yang terpendam

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 2, 2019
Di depan kertas berisi soal-soal itu, ada setetes air yang kutau asalnya. Entah, soalnya yang terlalu sulit atau karena luka semalam kembali menganga. Ku akui kau memang paling bisa menjatuhkan mood ku sampai ke dasar. Sejak semalam, mata yg pernah kau pandangi dengan penuh cinta, tak henti2nya banjir linangan. Bagaimana tidak, hal yang sama sekali tak pernah ku ingini, seketika jadi inginmu. Perpisahan sebab kau akan menikah dengan wanita lain, wanita pilihan keluargamu. 60 menit berlalu, untungnya soal dihadapanku selesai ku kerjakan tepat waktu. Setelah lembar jawaban ku setor, kakiku yang dari tadi pagi berat melangkah, kembali ku paksakan untuk maju. Hari ini jadwalku untuk mengecek kelengkapan izin penelitianku di rumah sakit dekat kampus. Ku kira, mataku akan 'sedikit' malu membanjiri lobby tunggu rumah sakit. Nyatanya, ia tetap mengalir deras. Dengan mulut yang kurapatkan serapat-rapatnya agar suara isakan tangisku tak terdengar meski hidung yang sudah basah tak bisa membohongi orang disekitarku meski sudah berkali-kali ku sapuh dengan masker yang ku kenakan (jorok kebangetan). Drama dilobby tunggu berakhir setelah urusan izin penelitian kelar. Kembali ku arahkan kakiku maju melangkah. Tujuanku selanjutnya adalah pulang ke rumah, sudah sesak ingin meluapkan yang sedari tadi terbendung. Namun, langkahku terhenti di sebuah halte, dengan niat ingin istrahat. Ahhh. Kenangan kadang mampir tak tau situasi. Yang benar saja, saya yang tengah duduk dihalte seakan menyaksikan reka adegan ulang seorang gadis dengan sekantong belanjaan ditangannya dijemput oleh lelaki bermotor besar. (Ceritanya sampai situ saja, takut tempatku sekarang mengetik banjir lagi) seketika halte itu terasa pengap padahal disekitarnya pohon begitu rimbun dibelai angin. Kembali ku langkahkan kaki untuk pulang. Kau tahu, setelah pintu terbuka seketika tubuhku jatuh tersungkur, terisak sejadi-jadinya. Iya, sesak sekali memasang wajah baik-baik saja didepan banyak orang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heart & Vein END
  • May I Love You?
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Love Is You (Tamat)
  • Stuck WIth You! (Tamat)
  • 5 Criteria To Be My Boyfriend
  • Married For Stimulate
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]

Mimpi apa aku semalam? Dokter Heart datang ke rumah bersama kedua orang tua, berniat melamar. Parahnya, Ibu dan Bapak menerima pinangan. Aku yakin mereka sedang berinvestasi bodong. Manusia sepertiku, harusnya sulit mendapat jodoh. Seorang budak berscrub abu-abu, yang baru beberapa hari mahir mengambil darah. Memeluk kasur sekadar 5 jam sehari adalah prestasi membanggakan. Sekarang, aku didaulat mengabdi pada suami? Masalahnya adalah, dia residen Obgyn parlente menjijikan. Menebar senyum pada ibu-ibu hamil. Menjauh jika koas bau seperti kami mendekat. Apa yang dia harapkan? -------- -------- Disclaimer: Cerita ini hanyalah fiksi karangan penulis. Semoga bisa memetik hikmah dan maafkan jika ada segala khilaf kesalahan dari tulisan ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines