Caramel Latte

Caramel Latte

  • WpView
    Reads 60,753
  • WpVote
    Votes 2,736
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 26, 2022
Caramel Latte itu perpaduan manis dan pahit, sama kayak hidup gue yang pahit tapi ada manis-manisnya. Cinta juga rasanya sama kayak Caramel Latte, manis karena jatuh cinta itu rasanya bahagia, deg-deg an, alay gak jelas, tapi pahit kalau cinta itu bertepuk sebelah tangan. Ya inilah hidup, seperti Caramel Latte ada manis ada pahit, nikmatin aja sampai Tuhan berkata 'berhenti sampai disini'. -Aletta Deandra-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • Tenggelam Dalam Dasar [END]
  • Sehangat Maaf Mentari (Tamat)
  • RadenRatih
  • Istri Kedua
  • With You? [TERBIT]
  • Kesabaran Seorang Istri (Proses Revisi)
  • SOLITUDES
  • Caramel
  • Kaktus

"Aku nggak mau susui bayiku, aku takut dia ketagihan dengan asiku, dan aku mau... mama dan papa mengaku kalau bayi itu adalah anak mama dan papa, anak kandung mama dan papa, dan bayi itu adalah adikku! Bukan anakku!"ucapnya amat tegas, mau tak mau, rela tak rela dan semua ini terjadi karena seorang pria bernama Bian yang sudah menyakitinya sebegitu dalamnya, memanfaatkannya, menipunya dan terakhir... pria itu mengkhianantinya, menduakannya dengan cara menikah lagi.... Jadi, wajar aja kan, Nina yang baru berumur 19 tahun, tak mau repot dan malu, mengaku kalau bayi merah yang baru dia lahirkan adalah anaknya! Tapi, bayi itu adalah adiknya! *** "memang apa yang kamu harapkan,? di cintai, di sukai olehku secara murni? sadar diri, Nina. Kamu hanya gadis kampung yang beruntung dinikahi pria kaya kota sepertiku! Berterimakasihlah pada tubuhmu, berkat dia aku sudi melirik denganmu." Nina hanya diam, tak membalas ucapan Bian, pikirnya tidak usah mengotori mulut untuk membalas ucapan jahat pria itu. Cukup menjauh, menghilang, agar tak melihat pria bajingan itu lagi, itu yang harus dia lakukan. sesegera mungkin!

More details
WpActionLinkContent Guidelines