Bahasa Mata
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 17, 2019
Kisah cinta Maira yang belum bermula itu harus kandas setelah ia mengetahui sahabatnya menikah dengan pria pujaannya. Walau bagitu nyatanya Maira tetap saja menjalani persahabatanya bersama Shasa. Sedangkan Hanif tak dapat melakukan apapun, selain menikahi Shasa wanita yang menyatakan cinta padanya ketika Hanif hampir saja menyatakan cintanya kepada Maira. Tak putus harapan, walau nyatanya Hanif adalah cinta pertama Maira, begitu tulus untuk melupakan sosok pria berpeci putih itu. Pernikahannya dengan Naufal, teman satu kelas Madin di Pondoknya dulu telah direncanakan oleh Abinya dan kakaknya. Mudhofar tak tega melihat putrinya terus bersedih kehilangan semangat hidupnya, Hanif. Karena Haniflah orang yang dapat merubah Maira jauh lebih baik dari sebelumnya. Maira hanya butuh seseorang yang mencintainya tulus, tak pandang keturunan, ketampanan, intelektual tanpa akhlaq pun sama saja. Maira hanya ingi seorang pria yang dapat mengatahui bahasa matanya.
All Rights Reserved
#191
greget
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • BarraKilla
  • day with him
  • Gula - Gula
  • Arsyilazka
  • Aerio Dan Syalma ( On Going )
  • Putih Biru Dongker [END]
  • Elvina [COMPLETED]

"Arjun terus yang dipilih. Kapan lo milih gue?" tanya Ragas dengan kesak sambil menatap Ralin. "Kalo Arjun ajak lo ke kantin lagi, apa lo bakal nolak?" "Oh ya nggak mungkin gue tolak dong. Arjun ngajak gue ke kantin? Berduaan? Makan bakso? Dan gue dengan bodohnya nolak itu?" Ralin tersenyum remeh kepada Ragas. "TAPI GUE JUGA MAU." Ragas membalas ngotot. "GUE YANG NGGAK MAU!" "Lo nyadar nggak sih kalo gue cemburu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines