Story cover for DAUN GUGUR by Enjelara
DAUN GUGUR
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published May 02, 2019
Daun-daun kering yang jatuh ke tanah tentu tidak akan menarik perhatian kita yang berjalan di dekat pohon yang menggugurkannya. Sebab memang secara lahiriah tidak ada yang  istimewa untuk dilihat dari daun yang gugur. 

Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin. Daun tidak pernah berusaha melepas kan diri dari ranting. Sama halnya seperti kita, kau ibarat angin yang menjatuhkanku berkali-kali namun sayang aku tak akan pernah bisa membencimu. Aku tak akan berusaha melarikan diri dari kamu, tapi untuk pertama kalinya aku menyerah!
All Rights Reserved
Sign up to add DAUN GUGUR to your library and receive updates
or
#44highfantasy
Content Guidelines
You may also like
JAM 3 SORE by KOKOTA_
54 parts Ongoing
JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️
You may also like
Slide 1 of 10
SalFlo cover
The Cool & Possesive Kakel cover
Jurnal Tentang Kamu [Sudah Terbit] cover
Untuk Oreo dan Kamu [OG] cover
AKSA cover
BREATHE  cover
JAM 3 SORE cover
The Fate Of My Life (END)  cover
Cinta Alazka di Paskibra cover
Numbness (selesai) cover

SalFlo

18 parts Complete

Awalnya, aku hanya mengagumimu. Awalnya, aku tak berpikir ada rasa lebih padamu. Awalnya, aku mengira ini hanyalah perasaanku yang merasa sangat nyaman akan kehadiranmu di sekitarku. Tapi ternyata, ada sesuatu dalam diriku yang menginginkanmu lebih dari sebagai penghibur hari-hariku. Hatiku menginginkanmu untuk menjadi rumahku. Menjadikanmu sebagai tempatku bercerita, untuk menceritakan semua apa yang kurasakan setiap harinya, menceritakan semua mimpi-mimpiku yang ingin menjadikanmu sebagai subjek yang akan menemaniku menjalani hari-hari, yang tentunya akan sangat indah karena aku bersamamu. Dan aku menginginkanmu untuk menjadi subjek yang akan singgah selamanya, bukan untuk sementara. Tapi aku tersadar, aku tak lebih baik dari orang-orang di sekitarmu yang bisa membuatmu bahagia. Yang bisa membuatmu merasa lebih baik dikala kau sedang terjebak di dasar jurang yang begitu dalam. Dan kau pun belum tentu mau menerimaku yang hanya sebatas angin lalu di hidupmu. Dan mahkota es yang sampai saat ini kau kenakan itu mampu membuatku tersadar bahwa ada sebuah dinding es besar disana yang belum tentu bisa aku taklukan. Seseorang yang jatuh cinta dalam diam pada akhirnya menerima. Seseorang yang jatuh cinta dalam diam akan paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Bukannya tidak ingin berjuang, aku hanya takut kalau aku memang bukanlah orang yang kau inginkan.