Time
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Ketika kita memutuskan untuk pergi. Apakah bisa meminta waktu untuk kembali?" Io hanyalah seorang gadis biasa dengan bakat yang ia ciptakan sejak umur 3 tahun. Ia merasa semua kehidupan yang ia punya sekarang sudah cukup untuk dirinya. Namun, seseorang hadir untuknya. Entah untuk memberi hal baik atau buruk. Hanya Io yang dapat menentukannya. Apakah Io akan menerima hal tersebut atau hal tersebut akan memaksa masuk ke kehidupan Io?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang hilang Tak pernah sama
  • See you again [ Severus Snape Always 2 ]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • SANITY [Harry x Reader]
  • Spring's Love Note
  • [Song Fict]Love, That One Word | BTS FANFICTION ✔
  • 𝐒𝐄𝐌𝐏𝐈𝐓𝐄𝐑𝐍𝐀𝐋
  • A Marriage of Convenience
  • MY EVERYTHING 《LovegoodxRiddle》
  • Cara Bahagia

Geby, siswi SMA yang tinggal sendiri di apartemen karena orang tuanya jauh, menjalani hari-harinya sebagai ketua OSIS dengan penuh tanggung jawab. Di balik sikapnya yang lembut dan feminim, ada ketegasan yang membuatnya terpilih jadi pemimpin. Sementara itu, Raka-siswa baru yang awalnya tertutup karena bayang-bayang masa lalu-perlahan menemukan ketenangan dalam sosok Geby. Namun, kesibukan dan jarak yang mulai terasa membuat Raka kembali tenggelam dalam dunia anonim. Di situlah ia bertemu dengan seseorang yang tak disangka mampu membuatnya tertawa lagi-tokoh baru yang tak tahu kalau Raka sudah dimiliki. Mereka dekat, saling cerita, dan perlahan terikat. Di balik semua itu, ada luka yang tak tampak. Ia datang membawa harapan akan rasa nyaman, perhatian, dan kasih sayang-yang terasa asing, namun begitu ia rindukan. Tapi kebenaran akhirnya terbongkar. Cinta segitiga yang rumit mulai mengikis semuanya-kepercayaan, harapan, bahkan kehidupan. "Aku pergi tanpa pamit, tapi cintaku tetap tinggal di hatimu. Selama kamu bahagia, itu cukup. Karena itu... aku rela pergi." Dan ketika semuanya hilang, tak ada yang benar-benar kembali... seperti sedia kala.

More details
WpActionLinkContent Guidelines