puas banget

puas banget

  • WpView
    Reads 15,201
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 3, 2019
Jadi aku ini murid sekolahan, baru umur 16. So, gue kan kerja di salah satu studio foto. Di satu studio itu, semua crewnya isinya cowok, and cuman gue sendiri yang cewek. Awal-awal kerja disana ya biasa-biasa aja. Percakapan kami normal-normal aja, walau sering nyerempet ke arah 18++. So, one day, waktu itu lagi hujan. Di studio cuman ada gue, sama 6 orang cowok. Awal-awalnya kami hanya diam mengerjakan tugas kami masing-masing. Lalu salah satu dari mereka buka suara (namanya joy), "Kuy lah, ujan-ujan ini kan enaknya ngens". Karena gue kira dia bercanda, gue ngerespon " Kuy lah" . Tiba-tiba aja si joy ini udah berada di belakang ku. Saat itu posisiku sedang duduk menghadap pc. Joy memelukku dari belakang dan mulai mencium leherku... kelanjutan ceritanya, add line = @sdn8630l l= L kecil
All Rights Reserved
#39
vcs
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Changed Life
  • Husband chosen by parents [PondPhuwin] [BxB]✔️[Complete]
  • Cinta Rahasia [Kampus 1v1]
  • Tak ingin Usai

Halo, gue Reza Lingga Diputra. Biasa dipanggil Rez, anak 17 tahun yang lagi menikmati masa SMA dengan kehidupan yang, jujur aja, nggak terlalu seru. Kalau ini dijadiin cerita? Beuh, siapa juga yang mau baca? Sampai akhirnya... Ardan datang. Cowok 22 tahun itu tiba-tiba muncul dalam hidup gue, dan tanpa sadar, dia membawa kisah yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya. --- - Potongan Cerita - Pukul tiga pagi, kamar Jendra sunyi. Cahaya lampu tidur yang temaram menciptakan bayangan samar di dinding, sementara AC menghembuskan udara dingin yang menusuk kulit. Ardan menggeliat kecil, lalu berbalik-dan tanpa sengaja, tubuhnya bersentuhan dengan seseorang. Reza. Bocah itu, entah sadar atau tidak, memeluknya dari belakang. Lengan Reza melingkar di pinggangnya, napasnya teratur dalam lelap. Ardan sempat terdiam, bisa saja ini cuma refleks karena udara dingin. Tapi anehnya, ia tak ingin melepaskan pelukan itu. Perlahan, ia membalas. Tangannya terulur, mengacak-acak rambut Reza dengan lembut. "Dasar bocah satu ini," gumamnya pelan, senyum tipis tersungging di bibirnya. --- Mau tahu kelanjutannya? Jangan lupa vote dan lanjut baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines