Kutukan Anak Beasiswa

Kutukan Anak Beasiswa

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 31, 2019
"Sin, lo sekolah di mana sekarang?" Silvi bertanya ketika kita lagi nongkrong di cafe. "SMA Melput, dong. Lo tahu? Gue dapet beasiswa di sana!" Seru gue bangga. Namun, Silvi justru tersedak mendengar pengakuan gue barusan. "SMA Melput? Melati Putih maksud lo?" Gue mengangguk. "Cabut, Sin!" "Kenapa emang?" Tanya gue heran karena Silvi nyuruh gue nyabut pengajuan yang udah disetujui itu. "Lo nggak pernah denger apa soal kutukan anak beasiswa di SMA itu?" Gue menggeleng, mulai ngerasa ada yang nggak beres, "Semua anak yang masuk jalur beasiswa di sana, hidupnya nggak pernah bisa tenang. Selain mereka harus ikut tiap kegiatan sekolah, mereka juga harus ngikuti perintah kepsek di sana!" "Terus?" "Terus, ada juga hantu Rifu yang katanya selalu gangguin anak beasiswa! Dia selalu bunuh anak beasiswa dengan sadis buat dijadiin temen di alam sana," Gue meneguk saliva. "Terus gimana? Udah terlanjur. Nggak bisa dicabut lagi!" ♠♠♠ Waduh, gimana nasib Sinta, nih? Temukan jawabannya hanya di sini. ♠♠♠ ©2019
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Goodbye Alaska [END]
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Accidental' (END)
  • AYKA
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • AFIKA [ END✔ ]
  • SamLova [Terbit]
  • AKSENIO
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]

[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] "Woi! Anak pungut!" "Dari mana aja? Jam segini baru pulang?!" Gadis yang merasa dirinya dipanggil itu menghentikan langkahnya, menunduk, menyeka darah yang sedikit mengalir dari sela bibirnya. Dia menoleh, menatap Bramasta tajam. "Peduli apa papa sama Rhea?" Rheana Adhisty gadis yang punya seribu cara percobaan bunuh diri. Tetapi entah apa yang salah, semua cara yang ia lakukan selalu gagal. Hingga suatu hari, Alaska datang sosok yang semakin mengacaukan usahanya untuk mati. "Ngapain naik ke sana?" "Cari mati, Lo?" Rhea enggan mendengarkan suara berat itu, ia masih menatap nanar trotoar yang dipenuhi kerumunan orang untuk menyaksikannya dirinya jatuh dari rooftop yang berada dilantai tujuh. "Buat apa gue hidup? Enggak guna juga." "Sampai jumpa di alam baka, Alaska."

More details
WpActionLinkContent Guidelines