Broken Hearts

Broken Hearts

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
18+ Kim hyeri seorang wanita yang hidup nya sendiri tidak Ada siapapun yang mau berteman, bertemu, berbicara ataupun peduli kepadanya. Semenjak ditinggal kedua orangtua dikarenakan kecelakaan hyeri harus menerima kehidupan yang pahit, buruk, menyedihkan. Bahkan hyeri sudah dianggap kotoran dengan semua orang, akan tetapi seorang lelaki tampan yaitu eric yang orang orang ketahui seorang idol mengaku Dan datang menghampiri nya Berkata ia adalah calon suami nya akan tetapi apakah hyeri akan mempercayai dan merubah kehidupan yang menyedihkan itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Setelah Menikah
  • Rahasia di Balik Istana Pasir (END)
  • BAHAGIA?
  • The Coquette
  • My boyfriend is Indigo
  • Captivated Me 2: Belenggu [END]
  • Yang Pernah Patah

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines