Eccedentesiast [hiatus]

Eccedentesiast [hiatus]

  • WpView
    Reads 455
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 4, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Dua orang lelaki yang memiliki paras yang hampir sama sedang berdiri berhadapan dengan saling menatap tajam. Aura kebencian menguar diantara mereka. Sedangkan gadis itu masih meringkuk di atas aspal jalan dengan punggung bersandar pada dinding di belakangnya. Tangannya masih setia mencengkeram bagian dadanya, rasa sesaknya semakin membuatnya lemas. . . . "Permainan ini biasa disebut dengan menemukan atau ditemukan, ada pihak pelindung dan penyerang. Permainan berakhir jika pemain inti ditemukan atau target ditaklukkan." . . . Sanggupkah aku bermain dan mengakhirinya tanpa ada yang terluka- batin pemuda itu.
All Rights Reserved
#352
sibling
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lucallen Adam
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Reinkarnasi Tak Terduga (Hiatus)
  • Arselio Maverick P.
  • ANAK KONGLOMERAT
  • The Dark Side(END)
  • Whispers in the Blood
  • Reflection (FFN Version)
  • My Twins (End)
  • TRY

[END] [Cerita membosankan] [Brothership not BL!] Luca, anak laki-laki berusia 14 tahun. Ia sedang duduk ditepi kasur sambil menyeka darah yang mengalir keluar dari hidungnya. Tiba-tiba terdengar suara gebrakan pintu, tapi ia memilih acuh. Sibuk dengan kegiatannya yang sedang menyumbat darah mimisannya menggunakan tisu. Brak Luca menatap beberapa orang yang menerobos masuk kamarnya, semua berpakaian hitam dan berbadan atletis. Luca menatap mereka sedikit tidak peduli, "Siapa kalian?" Salah seorang dari mereka berbisik, dan kemudian satu orang diantara mereka pergi keluar. Satu orang lagi, mendekat ke arah Luca. Luca yang masih melihat orang yang sedang mendekatinya itu, kini membuang tisu berdarah itu ke sembarang arah. "Aish, sial." Luca menatap tajam mereka semua yang berada dalam kamarnya. Cover? Pinterest!

More details
WpActionLinkContent Guidelines