Sinis
  • WpView
    Reads 878
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 18, 2021
Mata adalah sumber ke jujuran,tapi terkadang juga adalah awal dari kehancuran. - Sejak awal masuk sekolahsebagai murid pindahan, Hana sering mendapat perlakuan berbeda dari teman-temannya karena tatapan matanya yang selalu mengintimindasi jika bicara, ia dijauhi banyak orang karena mengira kalau ia adalah gadis pemarah dan emosional. Karena Hal itu ia mendapat banyak julukan dari satu sekolahnya, diantaranya yang paling sering digunakan adalah 'Si sinis' . Hana pikir semua orang akan berpikir sama tentang dirinya, lalu apa jadinya saat salah satu cowok dari kelas sebelah menyapanya dan mengatakan jika ia terlihat berbeda dengan mata penuh intimindasinya? Atmosfera
All Rights Reserved
#64
sumatera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • The Mistake of My Life
  • Bad Boy and [EX] Bad Girl
  • Our Favourite Lessons
  • KATAKAN itu CINTA
  • FALCATE
  • TEEN MUM
  • Cewek Cuek [Completed]
  • Berlari Tanpa Kaki | ✓

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines