MY STUPID CAPTAIN (Gianfranco Dyo Payung Allo)

MY STUPID CAPTAIN (Gianfranco Dyo Payung Allo)

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2019
Bagaimana kabar mu? sudah lama tidak bertemu bukan? apa kau baik baik saja disana? apakah menyenangkan menjalin hubungan dengan pramugari itu? apakah kau bahagia setelah saya melepas mu? banyak sekali hal-hal yang ingin saya tanya kan ke kamu,tapi bukan untuk hari ini. melainkan nanti,ketika kamu dan saya dapat bertatap muka kembali. ketika Tuhan mempertemukan untuk yang kedua kali nya,dan mungkin pada saat itu hati kamu dan saya sudah ada pemilik nya. Saat ini,saya ingin mengingat semua kenangan yang pernah saya lalukan dengan mu. kenangan yang mungkin samar samar masuk kedalam lamunan saya,kenangan yang masih bisa membuat saya bangga karna pernah memiliki mu,kenangan yang membuat saya dewasa sampai hari ini. hari ini,hari dimana kita di pertemukan,hari dimana kita saling mengenal,hari dimana kita berteman,hari dimana saya jatuh hati kepada anda, GIANFRANCO DYO PAYUNG ALLO
All Rights Reserved
#699
exol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • secretary and ceo fierce
  • Do You Remember, Us? [END]
  • Alena Story (END)
  • RUMAH SINGGAH ✔️
  •  Love Story Karin [End]
  • Memories in Eleven (TAMAT)
  • PROMISE (NARUHINA)
  • Apakah Ini Arti Cinta?? [Revisi]

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines