(18+) BODO AMAT!! GELAP EUY!!

(18+) BODO AMAT!! GELAP EUY!!

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 15, 2019
WARNING!! jadi, cerita ini untuk 18+, SAYA UDAH NGASIH TAHU YA!! . . "terimakasih, maaf aku selalu membuatmu repot" kata seseorang di depanku, Ia membungkukkan tubuhnya sebagai tanda permintaan maaf, lalu pergi. Aku menahan tangannya. "tapi aku belum melakukan apapun". suaraku terdengar serak. ia hanya tersenyum sekilas, melepaskan peganganku dan. pergi. *Cerita ini untuk 18+ "Terlalu ekstrim, *Bukannya apa-apa, tapi nanti ada yang "belok" juga, *Yang tidak suka dengan hal di atas langsung skip aja daripada ntar endingnya ngehujat gak jelas,
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Are Only Mine
  • My Sweet Enemy! (GxG) (COMPLETED)
  • Stolen Your Heart
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • DEVIL LIKE AN ANGEL
  • ONLY YOU

"mau kamu menjerit, meminta atau bahkan memohon sekalipun tidak akan pernah aku lepaskan, kamu milikku, dan sampai kapanpun kamu hanya akan selalu menjadi milikku, sayang" ucap seorang pria sambil tersenyum dihadapan gadis yang terus menangis. "aku mohon lepaskan aku.. ini salah.. bukan seperti ini caranya.. kamu terlalu berlebihan.. aku mohon.. aku takut.." ucapnya yang terus menerus menangis dihadapan pria yang bahkan tidak memperdulikan ucapan gadis tersebut. "aku ingat disaat terakhir kali sebelum kita berpisah kau juga mengatakan hal yang sama" pria tersebut kemudian berjalan pergi hendak meninggalkan ruangan tersebut. "tunggu, terakhir kali sebelum berpisah? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" gadis tersebut berhenti menangis dan mencoba mengingat kembali tentang pria tersebut namun gadis tersebut tidak bisa mengingat soal pria tersebut sama sekali, dia yakin bahwa mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan dia tidak pernah mengucapkan bahwa dia takut dengan pria tersebut, tidak sebelum kejadian beberapa minggu ini. "pikirkan saja jawaban itu sendiri, kau pasti bisa mengingatnya" pria itu kembali berjalan dan meninggalkan ruangan tersebut kemudian terhenti dan berbalik "itu pun kalau kau masih mengingat diriku" pria itu kemudian menutup pintu ruangan tersebut dan pergi ke suatu tempat, ketempat dimana semuanya berawal. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

More details
WpActionLinkContent Guidelines