Bad girl [NCT]

Bad girl [NCT]

  • WpView
    LECTURAS 2,126
  • WpVote
    Votos 146
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 28, 2020
"Kalian lagi, kalian lagi gak bosen apa masuk BK?" "Kalo gak kenapa?" Cerita tentang dua anak yang sahabatan, yaitu Lee Mellody dan Kim Cherry. Mereka itu anaknya bad, dan mereka bersahabat sejak kecil karna keluarga nya. Warning!! -typo bertebaran -bahasa non -tak baik kalo di ikuti :D
Todos los derechos reservados
#410
nonbaku
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Kembar 「NoHyuck」✔️✔️
  • NAKA DAN NATA ( haechan jaemin) || End
  • HERLAN DIRGANTARA [haechan&johnny]
  • HILDAN'S STORY
  • R E M A J A
  • From Home : Life Is Still Going On
  • NCT: Cerita Kita [END]
  • KELUARGA RANDOM (NOHYUCK)✔
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido