My Ice Boy

My Ice Boy

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 4, 2019
Baca dengan seksama beserta pake nalar,karna aku gak akan revisi,ngerti sendiri. Ini cerita aku yang pertama. Jadi jangan di rendahin,apalagi di plagiatin. Capek loh ngarangnya,nyampe minjem otak temen. Disini aku ngasih sedikit bocoran. Gak tau apa yang mau aku tulis. Yahh yang ada di otak aku tuh cuman ini.sorry ya. 🍃 Hati-hati juga karna typo bertebaran dimana-mana. "pokok nya gue gak mau tau,lo harus jadi pacar gue.Titik"Refan menunduk sambil men-sumpah serapankan diri sendiri,karena dengan keberanian sekuat baja untuk meminta dia jadi pacarnya. "kurang ajar ni anak ya,gak ada romantis nya,udah gitu maksa lagi"batin nya sambil memasang mukak cengo nya. "gak usah lebar tuh mulut lo,pengen tampol dah tuh mulut"ketus Refan. siapa sih cewek nya ? cantik gak ya? hehe😅 Baca ya guys❤
All Rights Reserved
#222
iceboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • RAIN [hiatus]
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Can You Love Me? | SEOHO | END
  • DEE [Manusia Setengah Buah-Buahan]
  • YOU ARE MINE (completed)
  • 2035 : This Is My Choice [JoongDunk]
  • 180° [END]
  • Abimana Si Musang [BL] (lengkap)
  • Gue Jadi Istri Muda ?

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines