Topeng Ku

Topeng Ku

  • WpView
    Reads 542
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 10, 2022
Tentang seseorang yang menjalani lika liku hidupnya seorang diri sebelum seseorang datang dalam hidupnya ...... #CUPLIKAN CERITA Saat di ruangan dia memandangi wajah pucat Fatma, dia terlihat lemah, rapuh, seketika pikiran dokter tadi membayang di pikiran Reyhan. Reyhan mengusap wajahnya kasar, berharap semua ini hanya mimpi, tapi apa boleh buat semua ini kenyataan ini kenyataan. Kenyataan terpahit yang pernah Reyhan alami, dia mengusap kepala Fatma yang tertutup jilbab rapih. "Maaf, karna aku terlambat" ucapnya dengan nada lembut yang tak pernah di dengar orang lain. Dia tak bisa membayangkan apa yang dialami Fatma dulu, luka-luka yang dimiliki Fatma itu. Bahkan Reyhan pun tak kuasa untuk melihat semua luka2 Fatma. Duk duk duk duk Reyhan dia terus memukuli dinding di sebelahnya berharap itu bisa membuatnya lebih tenang, berkali kali dia memukuli dinding di ruangan tersebut sampai tangan nya mengeluarkan darah darah dia baru menghentikannya. Badanya luruh kelantai, pandangannya merosot kebawah, dia seperti bukan dia, REYHAN yang di kenal sebagai orang paling dingin dan acuh, kini tengah frustasi meluruh terduduk di lantai karna keadaan seorang gadis yang dia anggap seperti MATAHARINYA ya gadis itu adalah FATMA. ...... "Aku tak pernah menyalahkan takdir, tapi aku akan berusaha menerimanya" -Airina Fatma - "Aku akan selalu melindungimu sampai kapanpun, karna kau MATAHARIKU" -Pratama Reyhan Candra- "Siapapun dirimu, aku akan selalu melindungimu" -Alfarasya Mahendra-
All Rights Reserved
#246
mental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We Don't Know
  • Dear Surga
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Nathalea
  • TRAUMA
  • Broken Soul
  • RAYFA[END]
  • Hiraeth || Huang Renjun (SUDAH TERBIT)
  • AKU HANYA UNTUK NAURA

"Apa yang lo lakuin...." ucap Arleza dengan suara pelan. Ia... hanya... tidak menyangka. Sebuah pemandangan yang tidak pernah ingin ia lihat dalam bayangannya sekalipun. Sedangkan Alfath membeku, tangannya berhenti. "Za... i-ini..." ucap Alfath terbata-bata. Ia semakin kebingungan menatap Arleza yang gemetaran. "Kali ini alasan apa lagi Al" ucap Arleza, matanya menatap kecewa ke arah tangan Alfath yang penuh akan darah. Kita tidak tahu apakah kita sama. Tapi semua akan terungkap, saat kita bertemu lagi di medan perang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines