Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Hurt

Hurt

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 6, 2019
Cerita ini diangkat dari kisah nyata. Kisah tentang dua orang remaja yang penuh tantangan. Tidak mengenal, mengenal, pergi, datang, pergi lagi, datang lagi, begitu seterusnya, entah kapan akan berakhir. Awal perkenalan mereka pun tak wajar, saling mengenal karena salah satu mereka hanya penasaran pada yang lainnya. Namun siapa sangka, perkenalan tersebut justru malah membawa mereka ke jurang yang penuh dengan masalah. Akankah kisah mereka berakhir bahagia seperti cerita-cerita dongeng masa kecil? atau berakhir tragis yang justru banyak diminati orang?
All Rights Reserved
#897
cry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Cinta Tak Pernah Salah
  • Queen Halu
  • Juan [REVISI]
  • About kevin (End)✅
  • SUNKIST || [Completed]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Pergi
  • Waktu?

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines