CAHYA
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Mungkin kita sering berfikir keluarga yang bahagia adalah keluarga yang terpandang, keluarga yang bahagia adalah keluarga yang berkecukupan ekonomi. Mempunyai keluarga yang lengkap. Saling menyayangi satu sama lain. Namun berbeda dengan Yalva Adhyatsa banyak orang mengira bahwa kehidupannya sangat bahagia punya keluarga lengkap kaya raya, terkenal dan punya segalanya. Bahagia tidak diliat dari apa yang kita lihat pada diri seseorang, karena kita tidak tahu tentang kedalaman hidup mereka. Karena kita hanya tau bahwa mereka bahagia dari apa yang kita lihat tanpa kita merasakannya. Namun siapa sangka Yalva Adhyatsa tidak pernah merasakan namanya bahagia meskipun dirinya keluarga terpandang. Setiap hari dia selalu mendapatkan orang tuanya yang tidak pernah berada dirumah, selalu kerja kerja dan terus bekerja tanpa ada waktu untuknya. Setelah pulang bekerja orang tuanya sama sekali tidak pernah tahu tentang prestasi yang dimiliki anaknya, selalu mengabaikannya. Apalagi orang tuanya sering berkelahi saat pulang kerumah membuat dirinya semakin terpuruk. Yalva selalu menghabiskan waktu dengan memacari semua cewek yang ada disekolah baik diluar sekolah dalam jangka waktu pendek. Namun setelah sekian lama ia akhirnya bertemu dengan siswa baru yang baru masuk di SMA RAJAWALI. hingga dari situlah sosok perempuan yang mengubah segala kehidupannya yang tadinya gelap berubah menjadi terang seperti "Cahya" . . . . . Akankah cinta tumbuh didalam hati mereka??? .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Angsana Berbunga Untuk NATUSHA
  • Enemies in Flames [REVISI]
  • HALOALKANA
  • ARGLADIS
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines