Story cover for BIRAIN by user19146649
BIRAIN
  • WpView
    GELESEN 315
  • WpVote
    Stimmen 66
  • WpPart
    Teile 15
  • WpView
    GELESEN 315
  • WpVote
    Stimmen 66
  • WpPart
    Teile 15
Laufend, Zuerst veröffentlicht Mai 05, 2019
Seorang gadis yang menyukai hujan dan benda yang berwarna pink. Gadis yang sangat dingin dan pintar, dan mempunyai keluarga yang sangat harmonis

-

-

-

-

_

Dibacaaaa:)
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie BIRAIN zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#2warda
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
Hujan dan Sebuket Dandelion cover
Akhir Sebuah Airmata cover
Rainy And Aoki cover
SI GADIS PINK cover
YOu Only MINE ✅ cover
SHERINA (END)  cover
Peluk Yang Tak Kita Rayakan cover
Kisahku bersamanya cover
HUJAN dan RAIN cover
rain untuk senja cover

Hujan dan Sebuket Dandelion

6 Kapitel Laufend

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"