TAKSA
  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 1, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Singgalang, i was fine before you came. Lo bisa melihat betapa bebasnya gue terbang sebelum-sebelumnya. Betapa gue seperti seekor merpati: gue nggak punya ikatan. Gue punya rumah untuk pulang, tujuan sebagai tempat untuk gue datang. As simple as that, gue bebas seperti merpati yang selalu tahu tujuan dan arah jalan pulang. Dan lo, Galang, bahkan bukan rumah ataupun tujuan bagi gue. Lo ibarat 'hanya' sebuah gunung tempat gue singgah sebentar di perjalanan gue. Tapi Galang, kenapa lo patahin sayap-sayap gue? Kenapa lo buat gue stuck, terjebak di tempat yang bukan rumah atau tujuan gue? Galang, gue ini pemberani. Tapi menghadapi lo, gue merasa takut. Dan itu nggak wajar. Lo tahu kenapa? Karena lo adalah elang. Dalam kebebasan seekor merpati kayak gue, gue lupa ada satu tempat yang nggak boleh gue lewati: teritori seekor elang. -Sindara
All Rights Reserved
#72
best
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dream? (FIRSTKHAOTUNG) ✔️
  • Unsteady (FirstKhaotung) ✔️
  • aza
  • My Mr.gajeman (Lengkap Sudah)
  • The Disappearance of Butterfly
  • The Way To Love You (FirstKhaotung) ✔️
  • First love
  • Berharap Denganmu

BxB/BL Homophobic? Keluar yaaa Siapa sangka kalau kenyataan pahit itu benar-benar ada? Siapa yang dapat memprediksi kapan hari sial itu datang? Kisah Khaotung yang di tinggal pergi oleh sosok cinta pertama yang sangat ia sayangi, sosok yang selalu membantu Khaotung untuk meraih mimpi dari bakat yang Khaotung miliki. Hancur? Tentu saja. Kepergian itu seakan membuat mimpi Khaotung menghilang, hingga Khaotung memilih untuk mengubur mimpi tersebut. "Cinta pertama gue, orang yang paling gue sayang, orang yang selalu gue anggap sebagai rumah, tempat gue simpen kebahagiaan, pergi." "Diambil orang lain?" Khaotung menggelengkan kepala "diambil tuhan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines