Jannah-Nya Bersamamu

Jannah-Nya Bersamamu

  • WpView
    LECTURAS 480
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 13, 2019
Sebagai seorang gadis modern tidak terlintas sedikit pun di pikirannya tentang hal gila yang orang tuanya lakukan. Orang tua yang sangat ia banggakan tiba tiba saja mengatakan sesuatu yang menimbulkan sedikit kebencian dihatinya. Marah dan kecewa. Itulah yang ia rasakan terhadap kedua orang tuanya. Namun disisi lain ia juga tidak bisa menolak hal tersebut. Hingga dengan sangat terpaksa ia menerimanya. Hidup nya juga mulai berubah. Penampilannya yang awalnya tidak berhijab berubah menjadi berhijab syar'i. Sifatnya juga perlahan berubah. Bahkan keinginan nya untuk hijrah sangatlah besar. Dan semua itu karena seorang pria yang memiliki sifat serta kepribadian bertolak belakang darinya. Seorang pria yang dengan sabar membimbing diri nya menuju Jannah-Nya.
Todos los derechos reservados
#852
islami
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Assalamualaikum Imamku
  • A woman with all her destiny and dreams (ON GOING)
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Assalamualaikum Calon Pilot [END]
  • My Love is on Paper
  • Guide to Jannah [END/REVISI]
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • The Hidden [SUDAH TERBIT]
  • SAY SARANGHAE
  • KERUDUNG MERAH JAMBU

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido