YOU ARE MY BOYFRIEND

YOU ARE MY BOYFRIEND

  • WpView
    LETTURE 12
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, mag 6, 2019
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Kathryn wanita polos yang selalu ceria tiap harinya. ia tak pernah menampakkan wajah suramnya pada orang sekitar. ia selalu memberikan senyuman terbaiknya entah itu fake smile sekalipun. beberapa hari ada kekhawatiran di lubuk hatinya. entah kenapa ia di runding gelisah. mungkin karena ia memiliki pacar yang badboy dan trouble maker di kampus nya. "yang kamu kenapa?" tanya daniel penasaran. "engga papa mules aja liat muka kamu" canda kath. "ih bohong banget, ayo cerita kenapa?" tanya daniel lagi. "aku khawatir sama hubungan kita kedepannya" ucapnya dengan penuh gugup. "kok kamu sampai kepikiran begitu?" tanya aneh Daniel. "iya mana aku tau ya" kata kath sebal memalingkan wajahnya. "gini dengerin aku apapun yang terjadi kedepannya percaya aku akan selalu sayang kamu. menjadi orang yang selalu mendukung kamu. tempat kamu bersandar dan berkeluh kesah. you are mine, and i ..?" tanya daniel menggantung. "you are my boyfriend" senyum piluh kath. "cayaaang-cayang pinter amat pacalnya aku. good girl!" suara Daniel menirukan anak kecil mengelus kepala kath dengan penuh kasih sayang. takdir manusia itu tidak ada yang tahu. nikmati, jalani dan syukuri.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • I Want Your Lips
  • Baby L Lucian ✔
  • DANDY
  • Ratapan seorang JONES!
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Naughty Nanny
  • YES, BOSS ! (SELESAI)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti