SURGA DI TAMAN HATI

SURGA DI TAMAN HATI

  • WpView
    LECTURES 38,550
  • WpVote
    Votes 2,462
  • WpPart
    Chapitres 47
WpMetadataReadTerminé lun., juin 3, 2019
Alya Sahnaz adalah remaja metropolitan kebanyakan. Pergaulan telah menjadikannya urakan dan tidak tahu aturan. Lalu bagaimana jika sang ayah akhirnya memasukkannya ke pesantren yang tidak disukainya? Akankah Nanaz bertahan di pondok yang ketat dengan peraturan? Akankah Nanaz lebih istiqamah ketika jodonya ternyata menyapa di sana? Tentang Nanaz yang dibuat ribet oleh Hafidz Ali Saujana. Tentang Surga di Taman Hati yang diimpikan semua orang. Enjoy 😊
Tous Droits Réservés
#268
youngmarried
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Karena-Nya Kita Ada [ON-GOING]
  • Istikharah Cinta (LENGKAP) ✅
  • ANA UHIBBUKA FILLAH USTADZ [SUDAH TERBIT]
  • Ketika Wanita Yang Meminang
  • Qiyamah Senja-completed
  • Diary Naifa [END]
  • Mushaf Rindu ✓[TERBIT]
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Takdir Cinta di Bawah Cahaya Ramadhan [END]✓
  • Sekilas Cahaya

[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] --- Alya Nurazizah, siswi populer yang terjebak gaya hidup hedon, mulai berubah setelah bertemu Reihan Fakhrul Fawwaz - siswa baru yang alim dan menjaga diri karena Allah. Keteguhan Reihan jadi tamparan batin bagi Alya, apalagi saat ia dihina setelah mencoba berhijab. Titik baliknya terjadi ketika ia mendengar Reihan mendoakannya dalam sujud. Dari situ, Alya mulai hijrah, meninggalkan lingkungan toxic, dan mendekat kepada Allah. Meski tak pernah saling mengungkapkan, doa dan tulisan Reihan menjadi penguat hijrah Alya. Cerita ditutup dengan harapan suci: cinta yang dijaga dalam iman, menanti waktu terbaik dari Allah. "Jika engkau masih dijalan yang sama, izinkan aku menjemputmu kelak dengan cara yang halal" - Reihan Fakhrul Fawwaz "Aku belum sebaik yang kamu doakan, tapi aku sedang belajar menuju ke sana. Jika suatu hari kita dipertemukan bukan karena dunia, tapi karena akhirat... semoga hatiku sudah cukup siap untuk menjadi rumah bagimu dalam ridha-Nya." - Alya Nurazizah --- ---

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu