Story cover for love logic by WildanWildan779
love logic
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published May 06, 2019
Jika kebanyakan orang mencintai dengan menggunakan perasaan tulus dari hati 100%, buat gue itu hanyalah 50% dari cinta yang sebenarya.

Karena bagi gue, cinta yang sebenarnya itu adalah bukan hanya soal perasaan tapi juga soal pikiran. Sama halnya dengan matematika, fisika, dan juga kimia, cinta juga butuh logika.

Logika dalam cinta itu penting, kenapa?

Gini, lo ngerjain latihan soal matematika lalu ada berbagai macam pilihan ganda sebagai jawaban, nah lo akan menyusun rumus untuk menemukan jawaban terbaik dan benar kan?

Ga ada tuh ngerjain soal matematika pake perasaan tulus untuk menemukan jawaban . Itumah sama aja asal asalan. Nah apalagi cinta, itu hal penting buat lo dan lo masih pengen menggunakan perasaan dan memakai cara asal asalan buat kehidupan cinta lo?
Ofcourse no.

Jadi kenapa logika penting untuk sebuah cinta? , yaa untuk menemukan cinta terbaik. Karena cinta terbaik tidak hanya ditemukan dengan tulusnya perasaan tapi juga dengan kecerdasan sebuah pikiran. 

Berpikir untuk menemukan jawaban terbaik untuk cinta itu sendiri. 

Hahaha bingung? , wkwk gue juga sih. Sampai akhirnya laki laki itu bikin gue sadar. Bahwa cinta bukan hanya sekedar perasaan tapi juga soal pemikiran terbaik.

Laki laki itu, Jawaban terbaik dari persoalan cinta  gue.
All Rights Reserved
Sign up to add love logic to your library and receive updates
or
#60logo
Content Guidelines
You may also like
Don't call it love! by ArmayaA
29 parts Complete
Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"
You may also like
Slide 1 of 10
TOXIC! cover
Crazy Marriage cover
friendship and love Part II cover
The Last [Completed] cover
Don't Break cover
DikaRanggi cover
Marriage With Mr. Actor (The End) cover
friendship dump cover
We Are One cover
Don't call it love! cover

TOXIC!

7 parts Ongoing

13 orang yang terikat dalam hubungan pertemanan tapi tidak mau jika mereka di sebut teman, katanya mereka adalah keluarga. Pertemanan yang selalu mereka jaga bukan hanya satu dua hari ini hancur karena satu kata yang katanya, jika kita merasakannya akan membuat bahagia, makan tempe serasa sate, satu kata itu adalah CINTA. Problem yang sangat wajar jika mereka mau membagi kepada temannya, tapi apa yang akan kalian lakukan jika mengetahui sebuah fakta yang sangat mencengangkan tentang teman kalian bukan dari mereka itu sendiri?? Melainkan dari orang lain. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: memaafkan atau membiarkan retakan kecil ini menghancurkan semuanya. Apakah "keluarga" yang mereka banggakan masih bisa dipertahankan? Atau inilah akhirnya? Sebuah kisah tentang persahabatan, pengkhianatan, dan cinta yang datang di waktu yang salah. "Ma- ksudnya gi- mana kak" "Lu nggak jujur tentang semuanya sama kita dan kita tau lengkapnya dari orang lain , susah kalo mau percaya lagi" "Ma- aaf kak" "Boleh nggak kita.... egois satu kali ini aja, k-kita juga butuh waktu buat nerima ini semua"