My Absurd Boyfriend

My Absurd Boyfriend

  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 15, 2020
pernah terluka dengan seseorang bukan alasan untuk tidak membuka hati kembali. terlalu larut dalam masa laalu hanya akan menambah luka. obat patah hati yaa jatuh cinta lagii. jangan berpikir semua pria itu sama hanya karena seorang lelaki yang tak punya hati "biasa aja kali muka nya,nggk usah dibkin jelek gituu" cetus ku "yaelah jelas jelas gue ganteng gini malah dibilang jelekk" jawab nya dengan percay diri " mending ngaca dari pada ngehayal muluu" jawab ku setengah mengejek "sesekalii belain pacar apa susah nya sii" dengus nya kesal "yaudah gue ralat deh ,lo gantengg" kata ku mencoba mengalah "telatt monyett" jawab nya kesal -nyaman tidak bisa di definisikan😂
All Rights Reserved
#62
nyaman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyimpan Rasa (END)
  • We Are One
  • Struggled
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ONE MORE
  • Love Affair : My Destiny
  • Because I'm Stupid (End)
  • Im Yours.
  • Natto dan Perjodohannya
  • my story

"Aku baru sadar bahwa perasaanku sama Raisa lebih dari sekedar teman, tetapi apa Raisa juga merasakan hal yang sama?" Ujarku dalam benakku Saat itu aku mengajak Raisa ke taman kota dan kemudian aku mengajaknya bermain di sebuah ayunan, aku sangat bahagia saat melihat dia bahagia ketika dia besamaku. Namun seketika itu semua menjadi runtuh saat kedatangan seorang lelaki, dibalik kejauhan dia memperhatikan kami berdua dan kemudian tiba-tiba di memegang tangan Raisa dan mengajaknya pergi. "Sa" ungkapnya sembari memegang tangan Raisa "Kak Yudha, kok ada disini?" Tanya Raisa dan kemudian dia merampas tangan Raisa dari genggaman ku Aku kira cerita cinta masa SMA aku akan berlalu begitu saja, meski meninggalkan kenangan yang sedikit menyakitkan namun pula menyisakan banyak sisa-sisa kebahagiaan yang apabila aku terkenang maka akan membuat aku rindu akan masa-masa itu. Bukan hanya dengan cerita kala itu, namun juga orang-orang dalam kisah hidupku. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines