Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir

  • WpView
    Dibaca 24
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mei 7, 2019
WpInfo
Non-fiksi
Kalau typo sorry y guys Mohon maaf jika ada kata kasar yang tersebar disini ----------------------------------------------------------------- "Hmmmm gue suka ama lo..." Kelvin "Hah?!" Cintia ----------------------------------------------------------------- Selamat menikmati cerita :) ----------- |My story. | |No plagiat! | -----------
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#738
ceritaremaja
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • sraddah (on going)
  • istikharah cinta
  • You Are My Omega
  • Peliharaan penurut milik CEO kaya (15+)
  • Kita Yang Masing Masing
  • Maaf' (Revisi)
  • 𝐒𝐄𝐄 𝐔
  • Mystery (Delshel)
  • Broken ?
  • Pretty Boy But Cool~

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan