My memories with you

My memories with you

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 6, 2019
Prolog Jauh di lubuk hatiku , masih terukir namamu. Mengingat kau masih ada disisiku , mendekapku dalam hangatnya cintamu. Tak bisa kutahan laju angin , untuk semua kenangan yang berlalu begitu cepat. Hingga lambat sang waktu berganti , endapkan laraku disini. Ku mencoba tuk lupakan bayangan dirimu , yang selalu saja memaksa tuk merindukan akan sosok hadirmu dalam hidupku. Sekian lama aku mencoba menepikan diri diredupnya hatiku , dalam hembusan sepi yang merobek hatiku hingga penuh luka. Sungguh letih menahan perih yang kurasakan hingga saat ini , walau ku tahu aku masih mendambamu. Meski raga ini tak lagi bisa bersanding dengan ragamu yang hilang takkan pernah kembali , namun didalam hatiku sungguh engkau masih hidup. Entah sampai kapan aku harus merasakan cinta serta melawan getirnya takdirku sendiri seperti ini? Sungguh ku tak mampu tanpa adanya dirimu disisiku , lemah dan tiada berarti itu yang ku rasakan. Andai saja waktu bisa terulang kembali , akan kuserahkan hidupku sepenuh hati. Takkan ku biarkan kau pergi sendiri , kemanapun kau pergi aku ingin selalu bersamamu. Namun kutahu itu takkan mungkin terjadi , rasa ini menyiksaku. Sungguh-sungguh menyiksaku , entah sampai kapan aku akan mampu bertahan tanpa akan hadirnya sosokmu didalam hidupku?.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent, Please! (Re-up)
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Plot Twist - Hartono's Fam [END]
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • My Husband Is A Cold Man
  • tentang sebuah rasa
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Heart Waiting For You

Ada nggak sih manusia bumi yang hidupnya monoton banget nggak ada cabang-cabangnya kayak aku? Setiap hari cuma jalani hidup seadanya. Nggak ada perlawanan, udah kayak hidup nggak mau tapi mati aja segan. Selalu nurutin perintah orang tua, disuruh ini itu nurut. Bahkan di suruh nikah sama orang yang nggak dikenal pun tanpa sungkan langsung ngangguk. Nggak nolak atau apa pun itu? Kayaknya cuma aku deh manusia bumi yang pantas banget dikasih penghargaan sebagai manusia terbaik. Di lamar sama orang asing--yang konon katanya temen paud langsung ngangguk aja nggak banyak protes. Cuma bisa berserah diri sama Tuhan semoga dibukakan jalan mudah selebar-lebarnya. ><>< "Calla, saya izin bawa kamu ke apartemen boleh?" "Ada cewek lain nggak, Mas? Saya ini tipikal cewek baik-baik yang memusuhi buaya!" "Tenang saja. Kamu cewek pertama yang saya bawa ke sana! Nanti malam jangan lupa, malam pertama kita!" "........" "Boleh kabur nggak sih?" "Nggak boleh, kamu sudah saya bawa masuk ke dalam hidupnya seorang Aditya Arsenio. Saya jamin kamu akan bahagia!" "Eitss, jangan lupa headset bluetooth saya di kembalikan. Nanti saya belikan yang baru, khusus buat kamu, istri saya!" Yuk, baca keseruan kehidupan Calla Heelwa dan Aditya Arsenio. Langsung ke prolog, ya? Jangan lupa dukungannya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines