Why?
  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ini adalah cerita yang ditulis oleh author yang masih pemula^-^ jadi, kalau alur ceritanya masih acak"an, mohon dimaklumi lah yaa... namanya juga masih belajar^^ Cerita ini menceritakan tentang cewe biasa yang menyukai cowo manja, dingin, sombong, songong, idup lagi!:v Rasa suka nya mulai muncul ketika mereka berdua kebagian kelompok yang sama dan tugas kerja kelompok itu adalah membuat film pendek, ntah mengapa rasa suka itu tiba2 muncul dan sering membuat NAYNA merasa sakit hati sendiri akibat sikap ARSEN yang terlalu cuek. Tapi, nayna merasa arsen juga memiliki perasaan yang sama, ia hanya bisa menduga-duga dengan semua peristiwa ini. Jadi, Apakah si cowo juga memiliki rasa yang sama? Apakah mereka berdua akan menjadi 'sepasang kekasih'? atau Apakah nayna saja yang keBAPERan? Daripada penasaran, mari kita baca saja ceritanya yaa kawan-kawan^^ ~SELAMAT MEMBACA~
All Rights Reserved
#14
nayna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • ARGA [Completed]
  • Complicato [END]
  • TWO HEARTS, ONE WINNER [Tamat]
  • Hate To Be Love(S)
  • Nav's Stories
  • ANNAYYARA (On going)
  • [1] Closer ✔️
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • In My Dream (Selesai)

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines