Terkadang, ada waktunya penyesalan datang begitu terlambat. Waktu dan kesempatan memang tidak pernah berjalan beriringan. Mereka saling berlari meninggalkan siapa saja yang tidak bisa sigap. Seperti yang terjadi pada Aru dan Angkasa. Takdir mempertemukan mereka di sebuah panti asuhan dengan kisah yang berbeda namun pada akhirnya saling berikatan. Dua anak malang yang tidak bisa dipisahkan sejak hari pertama mereka berkenalan itu, tumbuh menjadi dua manusia remaja yang memiliki karakter yang berbeda. Aru adalah gadis pengidap kanker stadium tiga. Kepalanya harus botak di usia yang masih sangat kecil. Tapi, karakter Aru yang ceria sama sekali tidak menjadikannya tampak menyedihkan. Ia memiliki cita-cita memiliki rambut berwarna jingga jika suatu hari rambutnya tumbuh lagi. Aru tidak pernah bisa jauh dari Angkasa. Namun, suatu hari tragedi besar merusak segalanya. Angka kehilangan penglihatannya, hal ini membuatnya marah pada Aru. Karena ia tidak bisa menatap langit lagi dengan mata itu. Hingga saat Angkasa kembali mendapatkan penglihatannya lagi, semua seolah sudah terlambat. Apa yang terjadi? ikuti kisahnya
Più dettagli