Ordinary Ghost

Ordinary Ghost

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 23, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana rasanya jika dapat melihat hantu sejak kecil? Hal ini dirasakan oleh Jina Nadhifa Almaira, siswi sma Pertiwi yang dikenal sebagai murid terpintar di sekolah. Sudah biasa bagi Jina melihat hantu berkeliaran di setiap lorong sekolah. Namun, kehadiran seorang hantu di sekolahnya membuat Jina terganggu akan kejahilannya. Awal pertemuan mereka terlihat sangat nyata, antara seorang manusia dengan hantu. Seiring dengan waktu, mereka semakin akrab. Tidak peduli ia manusia ataupun hantu. Hingga membuat Jina sadar, kedekatan mereka tidak seperti biasanya. Ia menyadari ada perasaan suka terhadapnya. Akankah mereka tetap saling bersama? Meskipun terdapat perbedaan antara satu sama lain?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • GRUNT NAVAREND | Dangerous Teacher [TAMAT]
  • REANDRA [END]
  • Setelah Koma
  • LABIRIN TAKDIR
  • Nyala dan Arus
  • BEST FRIEND {COMPLETED}
  • Sad Ghost ✓
  • Indigo
  • You Are My Ghost [SELESAI]
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines