Sandra
  • WpView
    Reads 645
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Dulu, dia sangat mencintaiku. Aku merasa bagaikan ratu. Tetapi itu dulu, sebelum aku melahirkan anak pertama kami dan membuat tubuhku berubah menjadi gemuk. "Kamu di kamar saja, temanku akan datang ke rumah dan aku tidak mau mereka melihatmu yang jelek seperti ini." Dadaku terasa di hujam oleh ribuan pisau tajam mendengar setiap cacian dan hinaan yang selalu dia lontarkan ketika dia marah. Bahkan di depan orang sekalipun dia tega berkata seperti itu. Seolah aku ini sudah mati rasa untuk merasakan sakit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ngger adalah vandyku
  • LEARA
  • ILY MY ENEMY [END✓]
  • Step Brother [#1 FHS]
  • Still The Same
  • (un) Happy Wedding
  • Faktitius
  • Finally,I Love You!
  • AIZA
  • True Love [Completed✔]

hatiku tersobek. terkoyak! entahlah..aku bingung mendiskripsikannya. aku tak tau harus bagaimana menceritakan sakitnya. hatiku sudah tak utuh! begitu yg ku tau.. . manusia yg kucintai ini jelas penyebab perihnya. aku tak tau apa yg ada diotaknya. lebih frontal jika waktu itu aku tak takut dosa mungkin sudah kubunuh dia. kubuka batok kepalanya agar aku bisa mencuci otaknya! gila! yaa gila mungkin gambaran yang tepat untuk khayalan pembunuhan yang ku bayangkan. lagi-lagi hanya khayalan. aku masih cukup waras untuk mengabiskan sisa usiaku dengan baik,bukan hanya karna emosi ku yang meledak saat orang yang tak kurang dari 4tahun ini menghujam jantungku tanpa ampun dengan mengkhianatiku lantas aku di bui karna membunuhnya. . 'mengapa begitu tega?' jerit batinku berkali-kali yang dengan begitu otakku membenarkan tentang apa yg ku khayalkan. membuka batok kepalannya agar aku bisa mencuci otaknya adalah hal yang mungkin akan membuatku puas sekaligus membuat batinku menjerit lebih keras lagi. kenapa? yaa alasannya sudah sangat jelas. aku sangat mencintainya tidak kurang dari 4th ini. . . . hallo ini pengalaman pertama ku menulis di wattpad. tentu dukungan dan partisipasi juga saran kalian sangat ku butuhkan. cerita ini 70% real, 30% bumbu penyedap. selamat membaca ❤❤❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines