Sandra
  • WpView
    Reads 645
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 7, 2019
Dulu, dia sangat mencintaiku. Aku merasa bagaikan ratu. Tetapi itu dulu, sebelum aku melahirkan anak pertama kami dan membuat tubuhku berubah menjadi gemuk. "Kamu di kamar saja, temanku akan datang ke rumah dan aku tidak mau mereka melihatmu yang jelek seperti ini." Dadaku terasa di hujam oleh ribuan pisau tajam mendengar setiap cacian dan hinaan yang selalu dia lontarkan ketika dia marah. Bahkan di depan orang sekalipun dia tega berkata seperti itu. Seolah aku ini sudah mati rasa untuk merasakan sakit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Still The Same
  • (un) Happy Wedding
  • I'M HURT!
  • Finally,I Love You!
  • Step Brother [#1 FHS]
  • Secangkir Teh
  • MENIKAH (Selesai)
  • LEARA
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Sepotong Kue Kenangan dan Secangkir Kopi Pahit

WARNING!! Adults Only! Terdapat banyak kata-kata kasar dan adegan kekerasan! Mohon bijaklah memilih bacaan. ** Ketika kau dikhianati oleh dua orang yang kau percaya sekaligus, orang yang dipercaya sebagai cinta pertamamu dan seseorang yang kau yakini sebagai cinta terakhirmu. Ketika aku yakin cinta adalah hal yang paling sempurna di dunia karena menghadirkan keluarga bahagia untukku dan adikku. Tapi kenyataan menamparku dengan keras saat tahu pria yang paling aku cintai dan hormati yang seharusnya ku panggil ayah memilih wanita lain dan meninggalkan ibuku, aku dan adikku dalam kehancuran. Kami dikhianati dan dibohongi. Dan ketika semua itu belum cukup menghancurkanku. Seorang lagi yang aku anggap akan ada di sampingku selamanya dan menopangku juga melakukan hal yang sama. Dia memilih bersama anak wanita penghancur rumah tangga orang tuaku, dan meninggalkanku. Di sana lah aku merasa asing dan melihat dunia seperti bahagia berperang menghianatiku. Yang ku tahu setelahnya tidak ada yang namanya cinta, itu hanya ilusi yang diciptakan manusia untuk menciptakan dunia penuh sandiwara. Kenyataan hanya obsesi dan napsu yang berkuasa. Kalau pun cinta ada, itu hanya dimiliki oleh mereka yang lemah. Dan, Aku? aku memilih untuk tidak menjadi lemah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines