T I M E L E S S : Never End

T I M E L E S S : Never End

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 2, 2021
"Ran lo harus hati-hati sama Gorgonize, apalagi sama ketuanya si Adimas!" - "Rania lo gak boleh deket-deket sama Ryan, dia most wanted di sekolah. Lo mau di teror sama cewek sesekolah yang suka sama Ryan?" Lalu apa yang harus Rania lakukan? sementara semua itu malah mendekat dengan sendirinya. Haruskah ia pergi? atau bertahan dan mengabaikan segalanya?. ~ Ada kala nya cinta berakhir dengan luka. Ada kala nya pula sebuah luka menunggu di sembuhkan oleh sebuah cinta yang baru. Semua hanya tergantung bagaimana waktu membawa sebuah hati jatuh pada cinta terlebih dahulu, atau malah terluka lebih dulu. Just remember, its all about time! - Timeless 2021 Sampai ketemu di ceritanya 😄 Salam, Author^-^
All Rights Reserved
#138
ryan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • FIZYA
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Raina [Completed]
  • NADINE (Completed)✔✅
  • Cewek Cuek [Completed]
  • EX-CRUSH (On Going)
  • Cupid | Heeseung Lee
  • Eccedentesiast | Jay Enhypen

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines