Cinta Abdinegara

Cinta Abdinegara

  • WpView
    Reads 2,543,432
  • WpVote
    Votes 160,438
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 26, 2019
Di umur 24 tahun, Kencana enggan memikirkan perihal pernikahan. Baginya, umur 24 tahun adalah umur produktif untuk menaikkan karirnya. Tetapi, takdir membawanya bertemu dengan jodohnya. Jodoh yang telah di atur oleh para orang tua. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, bila ada kesamaan nama, tempat, gelar, dan alur cerita itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Hanya karya biasa yang banyak kekurangannya. Cover by : @user469921 (maysaroh_2121)
All Rights Reserved
#349
polisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • Halo Mas! (TAMAT)
  • R a i n a
  • Sigaraning Nyawa Sang Komandan [Revisi]
  • Rumah untuk Jevariel [TERBIT]
  • Suck It and See (Complete)
  • Kalam Cinta Pak Tentara (Sudah Terbit)
  • TENTANG JODOH : Gue Mah Santai.

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines