If I Were a Boy

If I Were a Boy

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 5, 2014
WpInfo
Fiction
Romance
Kalau saja aku bisa menjadi makhluk amoral itu, aku akan menghancurkan diriku sendiri! — Aruna Sati Arega
All Rights Reserved
#229
slice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IMPERFECT
  • Delan [slow update]#SMW
  • SHORT STORY
  • Abrega
  • Feel | END
  • Friends, Partner, or Mates ?
  • not me (Hiatus Sementara)
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • And You
  • Promise (Mate Series #3)
IMPERFECT

Arunika berteriak, "Lo nggak akan ngerti, karena lo gak berada di posisi gue!" "Gue gak akan paham kalo lo sendiri gak mau cerita. Gue bukan cenayang yang bisa tahu isi hati dan pikiran orang lain," balas Alister setelah menghela napas sebelumnya. Air mata membasahi wajah Arunika, tangannya terkepal kuat, "Gue benci sama diri gue sendiri, gue benci sama dia! Gue benci semua laki-laki di dunia ini, lo semua tuh bangsat!" Semua perasaan yang tertahan dan ia sembunyikan dalam dinding kokoh yang sudah ia bangun, akhirnya pecah. Sedih, kecewa, marah, benci dan terhina. Semua perasaan itu bercampur jadi satu dan menggerogoti hidup Arunika secara perlahan-lahan. Lebih buruk dari yang gadis itu kira. "Hidup lo nggak akan berakhir karena itu. Gue ada di sini, buat lo. Gue bakalan nemenin lo dalam situasi apa pun. Apa yang terjadi di masa lalu, itu bukan salah lo."

More details
WpActionLinkContent Guidelines