Bananeira

Bananeira

  • WpView
    Membaca 270
  • WpVote
    Vote 29
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadLengkap Min, Mei 26, 2019
... "Lu itu kayak pohon pisang!",kata Re sinis "Hah? Kok bisa?", Galen bingung dan heran soalnya Galen gak pernah liat Re kayak gitu "Iya! Punya jantung tapi gak punya hati!", Re ninggalin Galen sambil nahan nangis. Sedih, sakit sama kecewa. Itu yang dirasain Re sekarang. Galen cuma bisa ngeliat punggung Re yang makin lama ilang dari pandangannya. Galen masih bingung sama maksud dari ucapan Re. Apakah ini ada kaitannya dengan hubungannya bersama Feli? ... "Dasar pohon pisang! Punya jantung tapi gapunya hati!" -RE- "Salah gua apa coba?" -GALEN- "Lu boleh baper! Tapi jangan terlalu nyaman sama orang, entar dia pergi tiba-tiba eh elunya malah kejengkang!" -FELI- I hope you enjoy this story,happy reading guys! Jangan lupa vomment nya yahhh :)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#120
shipper
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • RUNAWAY
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • GALANG [SELESAI]
  • OUR TOXIC'S LOVE STROY - SUNGWON
  • SOSIAL MEDIA (MAIN CHAR ALL HYBE IDOL) || FULL VER
  • Because I'm Stupid (End)
  • Simple LOVE [Completed]
  • Renata Keyla ✔
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • KANARA [COMPLETED]
RUNAWAY

"Ci." panggil Langit memiringkan tubuhnya menghadap gadis itu yang mengerjap tersadar dari lamunannya. "Hm? Apa?" Ghani manyahut menoleh sesaat. "Gue cape." ucap Langit pelan terdengar benar-benat lelah. "Ya istirahat lah." balas Ghani santai masih menatap layar di depannya yang kini sedang membahas masalah politik yang gak Ghani mengerti. dan entah kenapa dia enggan untuk membalas tatapan Langit yang ia tahu tengah menatapnya. "Lo gak cape gituh?" Ghani mengeryitkan kening kini menoleh sepenuhnya memandang Langit yang menopang kepalanya dengan tangan yang menyiku bersandar pada sofa. "Lo gak cape terus lari. Kapan hati lo bakal berenti dan biarin gue gapai?" Langit kini benar-benar serius dengan ucapannya. Suaranya terdengar dalam dan serak. "Berenti lari. Please."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan