TERKA
  • WpView
    Reads 819
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 14, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Maurin, menerka bukanlah tentang sikap seseorang,atau bahkan kepribadian apa yang dimiliki orang itu. Namun, menerka baginya adalah tentang wujud dan sosok orang itu. Dua belas tahun telah ia lalui hari demi harinya tanpa mengenali wajah orang-orang disekitarnya, bahkan ia tak tahu bagaimana parasnya hingga usianya genap enam belas tahun. Ia bukanlah seorang gadis buta, namun ia hanya tak bisa mengenali wajah. Tak ada kata menyerah dalam kamusnya, meskipun tingkat kesembuhan total hanyalah 20% dari persentase 100% , ia hanya perlu meyakini satu hal, yaitu bahwa ia akan sembuh, dan itu segera. Memang benar ia menjalani hari-harinya dengan kebingungan, namun percayalah bahwa ia sudah terbiasa dengan itu dan bahkan ia lebih kuat dari yang terpikirkan. . . . . Dan hal itulah yang membuat ia begitu menarik hingga dapat merebut hati beberapa pria di sekolahnya.
All Rights Reserved
#313
friendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • ARGA [Completed]
  • Cuaca
  • Love In Silence
  • Tokoh Cerita
  • Naura & Lukanya
  • Gula - Gula

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines