Aramizda

Aramizda

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 21, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
'Aramizda' adalah bahasa Turki dari kata 'diantara kita'. Sesuai dengan judul, cerita ini akan berputar tentang kehidupan Nadril & Dineu dengan orang disekitarnya. Kehidupan yang dihiasi dengan berbagai kisah yang menyulitkan 'diantara keduanya' untuk menjadi 'diantara kita'. Tentang nadril si usil yang akan merasa hampa jika sehari tidak mengusili dineu, dan tentang dineu yang akan merasa heran jika tidak ada pengusik seperti nadril. Dua manusia yang sudah kental dengan status 'musuh bebuyutan'. Karena itulah, sulit untuk menyatukan mereka agar menjadi teman sebenarnya. Apalagi sebagai lebih dari teman. "Gue dan lo, bukan kita. Lebih baik begitu, dipisah, jangan disatuin. Karena gue dan lo gak cocok jadi kita, terlalu banyak yang harus dipertimbangkan." Ucap nadril Ini tentang rasa diantara keduanya. Rasa yang seharusnya tidak membuat 'diantara keduanya' memiliki keinginan untuk berubah menjadi 'diantara kita'.
All Rights Reserved
#196
enemy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Never Be The Same
  • DUDA TAMPAN (End)
  • DINAR BINTI DIRHAM (TAMAT LENGKAP)
  • Antara Arsyara
  • Hello Belinda
  • Butterfly
  • Denial
  • TRAVELING : world of novel (ON GOING)
  • ALLAND
  • Dear, Mas Duda

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

More details
WpActionLinkContent Guidelines