Aku dan Mas Rahmat

Aku dan Mas Rahmat

  • WpView
    Reads 336,973
  • WpVote
    Votes 9,506
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 6, 2025
Deg...Tuhaaaaan...siapa lagi ini. Siapa yang Engkau turunkan untukku sore ini. Laki-laki yang begitu mempesona, sangat mempesona. Laki-laki paruh baya yang aku taksir berumur 5 tahun diatasku tersenyum begitu manis di depanku. Tinggi menjulang sekitar 175 cm dengan badan yang masih okey untuk seumuran segitu, walaupun sudah mulai ada sedikit tumpukan lemak dipinggang berdiri mengulurkan tangan di depanku dan bulu-bulu halus ditangannya jelas terlihat. ******** Sebuah cerita tentang perjalanan lelaki lajang di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta. Berjuang untuk melupakan kecurangan cinta masa lalunya dan untuk mendapatkan kebahagiaan walaupun itu bukan cinta. Disarankan untuk membaca tiap chapter berurutan agar tidak kehilangan alur cerita karena ada flashback ke beberapa tahun silam, kembali lagi, flashback lagi. Ada bagian yang loncat, kemudian kembali lagi. Homophobia diharapkan untuk tidak membaca karena akan membuat kepala anda pusing, mata berkunang-kunang dan lemas.
All Rights Reserved
#308
jogjakarta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu adalah Kamu
  • Changed Life
  • Cinta Di Jogja [Terbit]
  • Ada Cinta di Jogja
  • Love in Difference
  • KSATRIA (CERBUNG)
  • the eternity origins : Pages of Panji
  • Tentang Kota Ini
  • Eksistensi (BL) (END)
  • The Another Side of BDSM (21+) (Vol. 2 - ON GOING)

"Aku akan kembali nanti tanggal 22 ke sini, kemungkinan aku akan membawa mobil," Kata Atha kepada Ardi dan Mei "Ya. Kami akan menunggumu, hati-hati di jalan," Balas Ardi sambil memeluk Atha erat. "Mei, kamu tidak mau memeluk Atha?," Tanya Ardi kepada Mei. Ardi melihat ke arah Mei dan menangkap matanya berwarna merah. Apakah ia menangis? "Ga mau. Nanti juga dia ke sini lagi," jawab Mei tanpa melihat ke arah Atha. "Mei, kamu menangis?," Serbu Ardi melihat air mata Mei menetes ke pipinya. Ardi sedikit tertawa, mencoba menggoda Mei Atha segera menyambar tubuh Mei dan memeluknya erat. "Cup... Cup... Cup... Iya, nanti aku balik ke sini lagi kok. Jangan nangis ya." _________ Cerita ini dimulai dari Kantor Bu Nengsih, pembina redaksi kampus di mana Atha adalah pemimpin redaksinya. Ia diminta untuk libur dari tugasnya oleh pihak kampus demi mengikuti nominasi sebagai penulis terbaik yang ia dapatkan dari RRI Jogja. Mengisahkan banyak hal di Kota Jogja sampai pada akhirnya perjuangan Atha untuk mengejar cinta seorang gadis yang diberinya nama Rindu. Gadis yang menemani hari-hari terakhirnya sebelum kembali ke Jakarta. Akankah Atha benar-benar kembali ke Jogja, atau Ia justru menyibukkan diri dengan pekerjaan barunya di Jakarta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines