KIRAN
  • WpView
    Reads 1,532
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
" Ngapain Kamu berdiri di sana? " Zulhamdani menatap tajam ke arah gadis yang kini tengah mengapit bantal dipelukannya. " Saya nunggu Bapak ngusir saya tidur di luar atau enggak ya di lantai, soalnya saya gak liat sofa di kamar Bapak ini! " " Kamu kebanyakan baca Novel sama nonton sinetron, Kiran! " Sementara Kiran hanya tersenyum masam menuju kasur yang separuhnya sudah diambil alih oleh Dani- begitu orang memanggilnya. " Perlu dibikin parit bantal guling juga gak Pak? " " Terserah kamu Kiran! Saya mau tidur! " Dani membungkus tubuhnya menggunakan selimut berwarna putih itu hingga kepala, lalu menghimpit kepalanya dengan bantal yang berwarna senada, ia ingin tidur tenang malam ini.
All Rights Reserved
#505
pregnant
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SURVIVING SURIA (COMPLETED)
  • Pregnant Because Accident [COMPLETED]
  • Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap (END) Pindah Ke Good Novel, Novelah, Dan KBM
  • SIMALAKAMA💋
  • A Simple Life [SUDAH ADA VER. CETAK & E-BOOK]
  • My Big Baby (Finished)
  • Broken
  •  WARNING!!! Istriku Pikun (End)

"Kumau kamu lepas jilbab itu selama terikat kontrak kerja denganku! Bagaimana?" ujarnya saat aku baru memasuki rumahnya. Sebenarnya hati ini mau menolak, tapi bayangan wajah kakak di balik jeruji, membuatku mengangguk pelan. "Satu lagi, kamu tidak boleh keluar dari kamar. Selain atas perintahku. Oh ya, jangan sembarangan membuka mulut!" tambahnya lagi. Aku melirik wajah dingin itu. Menakutkan. Kalau mau membatalkannya pun, sudah terlambat. Ku hanya bisa pasrah. What doesn't kill you, makes you stronger. Lalu dia memanggil salah satu pembantu, memintanya untuk mengantarkanku ke kamar. Pembantu itu membawaku ke sebuah kamar di ujung ruangan, mempersilahkan masuk lalu menutup pintu dan menguncinya dari luar. Aku duduk di tepi ranjang, membayangkan masa lalu dan masa depan. Hidup adalah serangkaian misteri Illahi. Sebaris kalimat ini, sudah cukup untuk mewakili sekelumit kehidupanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines