KIRAN
  • WpView
    Reads 1,531
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
" Ngapain Kamu berdiri di sana? " Zulhamdani menatap tajam ke arah gadis yang kini tengah mengapit bantal dipelukannya. " Saya nunggu Bapak ngusir saya tidur di luar atau enggak ya di lantai, soalnya saya gak liat sofa di kamar Bapak ini! " " Kamu kebanyakan baca Novel sama nonton sinetron, Kiran! " Sementara Kiran hanya tersenyum masam menuju kasur yang separuhnya sudah diambil alih oleh Dani- begitu orang memanggilnya. " Perlu dibikin parit bantal guling juga gak Pak? " " Terserah kamu Kiran! Saya mau tidur! " Dani membungkus tubuhnya menggunakan selimut berwarna putih itu hingga kepala, lalu menghimpit kepalanya dengan bantal yang berwarna senada, ia ingin tidur tenang malam ini.
All Rights Reserved
#41
dani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap (END) Pindah Ke Good Novel, Novelah, Dan KBM
  • SIMALAKAMA💋
  • My Big Baby (Finished)
  • Hasrat Terpendam
  • Jomblo Gudang Kosong✔
  • Broken
  • Pregnant Because Accident [COMPLETED]
  • HELLO WIFE
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT
  • My Sweet Heart 18+(COMPLETE)

21+ Cover by : @iam000426 "Akhirnya lo bangun juga. Lama banget lo bangunnya? Gue nungguin lo dari tadi. Karena sekarang lo udah bangun, jawab pertanyaan gue. Anak siapa yang ada dalam kandungan lo itu? Gue nggak pernah nyentuh lo, jadi nggak mungkin itu anak gue. Sebenarnya anak siapa itu?" cerca Haikal sinis. "Jaga mulut kamu, ya, Mas! Aku nggak berhubungan sama siapapun. Mas pikir Mas siapa? Sampe Mas bebas ngehina aku sesuka hati Mas. Mas pikir siapa yang ngelakuin semua ini? Ini perbuatanmu, Mas! Mas udah memperkosa aku waktu Mas mabuk berat malam itu. Mas yang udah ngehancurin masa depanku. Sekarang aku hamil karena perbuatan Mas, tapi dengan teganya Mas ngefitnah aku? Aku benci sama kamu! Pergi dari sini! Aku nggak mau liat muka kamu lagi. Aku benci! Pergi ...!" Riri menangis dan berteriak histeris mengusir Haikal dengan melemparkan barang-barang yang dapat digapainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines