Story cover for Frame by carens_wijaya
Frame
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published May 08, 2019
Update diusahakan setiap hari minggu

Canda, tawa, luka, isak tangis, empat hal yang dimiliki oleh tiap insan. Tanpanya, hidup itu hampa. Keempat hal itu pun dapat menjadi kenangan yang membekas dalam memori kita. Setiap frame kenangan itu  mengajak kita untuk merubah diri, mengajak kita untuk membenahi diri, meninggalkan yang buruk, dan mengejar yang baik.

Ini tentang dia. Dia yang datang dan masuk ke dalam frameku, frame yang telah kusimpan untuk momen yang lebih berharga daripada ini. Dia yang merombak frame yang telah kutata rapi dan kuurutkan secara tersusun. Dia yang akan membuat frameku lebih berwarna daripada biasanya.

Art : pinterest and other sources
All Rights Reserved
Sign up to add Frame to your library and receive updates
or
#64slice
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (REVISI) cover
Mimpi Itu Jauh cover
Shining Knight [TAHAP REVISI] cover
PAPA UNTUK RHEA: Ethereal Legacy cover
Zero-sum Love [FIN] cover
Di Antara Tawa dan Tragedi  cover
Catatan Penghapus Kapur cover
Before I Knew Light cover

DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (REVISI)

25 parts Complete

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story