We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AURINO

AURINO

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 22, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsfiksi
Dua nama yang memiliki arti mendalam dan sepertinya sudah ditakdirkan bersama oleh sang pencipta.Membuat dua anak manusia yang dipertemukan kembali setelah beberapa tahun berpisah dengan salah seorang diantara mereka telah melupakan segala kenangan indahnya dan yang seorangnya lagi merindukan tapi lebih memilih menjauh daripada harus menyakiti. Sebuah takdir menyakitkan yang telah direncanakan oleh Tuhan membuat dia yang seharusnya "menjaga" tetapi malah membuat "cahaya"nya terluka lalu pergi menjauh tanpa secuil memori tentangnya yang bawa.Dan Tuhan kembali memberikan sebuah takdir yang belum diketahui apakah itu takdir yang menyakitkan kembali atau malah sebuah takdir bahagia yang harus melalui banyak proses menyakitkan. "Selama bertahun-tahun gue hidup dengan kegelapan tanpa cahaya yang menerangi,dan dia kembali datang.Takdir ini sangat lucu! Gue rindu dia tapi gue gak mau dia tersakiti kaya dulu.Dan jalan terbaik adalah menjauh"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • VALERIE
  • Alam Byantara
  • SEMESTA PUNYA CERITA
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Promise
  • The Sound Of Silence
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • NEVER LEAVE YOU - JAEMREN
  • Fajar & Senja
VALERIE

Nora : "Kepenak rak kepenak Darling, mati urip barengan selawase." (Enak nggak enak Darling, hidup mati bersama selamanya) Val : "Opo tenan mati urip karo aku..?" (Beneran hidup mati sama aku?) Nora : "Wani sumpah seksine langit bumi." (Berani sumpah, saksinya langit dan bumi) Val : "Seng pungkasan rungokno tak takoni," (Yang terakhir, dengarkan aku bertanya) Nora : "Bukti tresno aku kudu nglegani." (Bukti cinta aku harus menurutimu) Val : "Yen wes nasib awakku ndisiki mati, opo kowe yo sangguh ngancani...?" (Kalau sudah nasib aku mati duluan, apa kamu mau menemani?) Nora : "Pitakon ojo aneh-aneh, marakke bingung piye le ku mangsuli." (Tanya jangan aneh-aneh, bikin bingung gimana aku jawabnya.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines