AURINO

AURINO

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 22, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsfiksi
Dua nama yang memiliki arti mendalam dan sepertinya sudah ditakdirkan bersama oleh sang pencipta.Membuat dua anak manusia yang dipertemukan kembali setelah beberapa tahun berpisah dengan salah seorang diantara mereka telah melupakan segala kenangan indahnya dan yang seorangnya lagi merindukan tapi lebih memilih menjauh daripada harus menyakiti. Sebuah takdir menyakitkan yang telah direncanakan oleh Tuhan membuat dia yang seharusnya "menjaga" tetapi malah membuat "cahaya"nya terluka lalu pergi menjauh tanpa secuil memori tentangnya yang bawa.Dan Tuhan kembali memberikan sebuah takdir yang belum diketahui apakah itu takdir yang menyakitkan kembali atau malah sebuah takdir bahagia yang harus melalui banyak proses menyakitkan. "Selama bertahun-tahun gue hidup dengan kegelapan tanpa cahaya yang menerangi,dan dia kembali datang.Takdir ini sangat lucu! Gue rindu dia tapi gue gak mau dia tersakiti kaya dulu.Dan jalan terbaik adalah menjauh"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Benang Senja
  • Fajar & Senja
  • Alam Byantara
  • Promise
  • Time Loop
  • Raden Aluna | END
  • promise ( janji)
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines