Tentang kisah cinta yang kandas, meski pihak lelaki berjuang diawal.
"Zaila, saya menyukai kamu bahkan dari dulu. Apa perasaan saya tidak berarti buatmu?"
Suka? Bullshit itu semua, Zalia sudah tidak percaya dengan lelaki brengsek ini.
Zalia menahan untuk tidak memaki lelaki di depannya ini.
"Suka? Simpan saja sukamu itu, hubungan kita 2 tahun. Dan 2 tahun ini kau ngapain aja hah? Kita menyukai saat senang aja, saat aku kesulitan apa kau ada di sisiku?"
Sudah bertahun-tahun lelaki ini berjuang mendapatkannya tapi hanya penderitaan yang dia berikan.
"Kamu selalu berpikiran yang enggak-enggak, saya tidak aneh-aneh selama ini"
Cukup, Zalia sudah muak.
"Denger ya Zavran Alhady. Lo itu diam-diam jalan sama mantan lo itu dibelakang gue. Bahkan lo juga pasti sering kan boncengan sama temen cewek lo dibelakang gue"
Zavran tertegun mendengar Zalia mengetahui perbuatannya "Iya maaf saya tahu kalau itu salah maaf sudah menyakitimu"
"Udah ya, sudah cukup Zavran. Gue tidak bisa bersama lo lagi"
Benar yang dikatakan dirinya dulu, mereka tidak cocok sama sekali. Harusnya Zalia sadar, bahwa menerima Zavran masuk ke dalam hidupnya adalah kesalahan besar.
Zalia benar-benar menyesal mengenal dan berjumpa lelaki itu.
All Rights Reserved