Hafidzah

Hafidzah

  • WpView
    Reads 1,933
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Lembaran baru gadis yang baru saja lulus sekolah SMA itu kini telah terbuka lebar. Gadis jelita penghafal Al-Qur'an, yang selalu menjaga dan menutupi auratnya. Teka-teki, misteri, dan berbagai ujian tak hentinya selalu mengiringi setiap hembusan nafas gadis itu. Gadis yang selalu ikhlas menerima apa adanya. Hatinya yang lembut hanya teruntuk orang-orang yang punya rasa hormat. Bukan untuk orang-orang yang suka bermain takdir. Kepolosannya hanya ditujukan pada mereka yang tak punya rasa malu sedikitpun kepada Tuhannya. Namun kecerdasannya selalu dipersaksikan terkusus kepada mereka yang dengan lihainya menghina orang lain. Hanya sedikit kesedihan yang gadis itu perlihatkan pada orang-orang tercintanya. Namun bukan berupa tangisan yang dapat membuat dirinya dikasihani. Melainkan berupa senyuman untuk belajar melupakan yang telah berlalu.
All Rights Reserved
#933
kasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • Bila
  • Kaca yang retak
  • The Actors
  • Dinding Sunyi
  • Love Story In Friendship [End]
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Humaira Az-zahra
  • Rahman Atika||END

"kenapa?". "Kenapa harus aku?, Ini ujian atau siksaan" ujar seorang gadis yang sedang merengkuh dirinya dalam keadaan gelab. "Fila udah capek ya Rabb. Fila pengen pulang, jemput Fila sekarang, Fila kangen umi" air mata sudah mengalir sperti derasnya air sungai, semua rasa sakit ia tumpahkan semua. *** Di benci oleh semua orang atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan, cibiran dan hinaan sudah menjadi makanan sehari-harinya, di lecehkan dan di asingkan oleh keluarga ayahnya sendiri. Lalu apakah ada celah untuk dirinya menemukan titik terang kebahagiaan? Lalu bagaimana dengan kehidupan Syafila stelah di pertemukan dengan seorang laki-laki baik yang tulus menerimanya namun berbeda keyakinan? "apakah tuhan mu akan marah jika aku mencintai kamu padahal aku bukan penyembah-Nya?". "Tentu tidak, karena itu hak semua orang, Allah maha pemberi cinta" Jawab Syafila seraya tersenyum pada laki-laki itu. Penasaran? Yukk baca. Follow akun author sebelum membaca dan tinggalkan jejak setiap partnya🥰.

More details
WpActionLinkContent Guidelines