Sang Dewa Kebencian

Sang Dewa Kebencian

  • WpView
    Reads 853
  • WpVote
    Votes 245
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2020
Kehidupan masa lalu Hanzjoe yang buruk menbuatnya menerima sebuah kutukan menyakitkan yang menghancurkan hidupnya, sehingga dia adalah satu satunya manusia yang di tinggalkan di dunia sprank, sendirian menghuni sebuah dunia yang mulai banyak iblis yang bangkit daratan yang luas menperbutkan wilayah kekuasaan dan menghancurkan segala yang ada, menumpahkan darah dimana-mana, sehingga Hanzjoe yang telah lama tertidur dalam kegelapan menyesuaikan dirinya memiliki kekuatan dewa, Akhirnya hanzjoe bangkit dari tidurnya yang panjang dan menundukkan segala pasukan iblis dan terus - terusan bertarung, berperang, menginvansi, serta menghancurkan menbuat dunia yang tidak aman, tujuannya adalah menbalaskan dendamnya terhadap kakaknya dan saudara angkatnya dan akan menundukkan pasukan malaikat, meminta keadilan yang telah di lakukan oleh leluhur, para sepuluh dewa iblis yang kuatnya luar biasa kuat telah terlahir ke alam semesta kembali, mereka telah siap melanjutkan perang besar yang dimana hanya para iblis dan malaikatlah yang hanya manpu melakukannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To the Happy Ending✓
  • ALZEA (TERBIT)
  • Boys With Luv
  • MALAIKAT TERAKHIR & 7 PEDANG BIDADARI
  • KETURUNAN ANGGORO (New Version)
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • DxD : One Punch Hero
  • Became the Demon King
  • PCHIKOPAT and DETECTIVE(finish)✔
  • Waktu, Kembalilah

Ketika kematian menjemputmu setiap saat, keinginan terbesar dalam hidup Zata adalah setidaknya sekali saja, sekali saja dia ingin mati dengan tenang! Kenapa ia selalu berakhir tragis dan menyedihkan seperti ini?! Dari mati sebagai gelandangan tunawisma di gang sempit, kelaparan sampai malaria, prajurit yang gugur di medan perang, dituduh penyihir sampai hukuman gantung, hampir semua jenis kematian sudah dirasakan oleh Zata. Dia sendiri bahkan terheran-heran bagaimana ia bisa terus menerus mengulang kehidupan dan kematian bagai lingkaran looping yang terus berputar, menjebaknya. Ketika akhirnya ia merasa bosan oleh kehidupan yang terus berulang ini, Zata menumbuhkan satu kebiasaan buruk yang bahkan ia sendiri tidak sadari yaitu, "Ah sudahlah, pada akhirnya aku akan mati lagi!" Begitulah yang sekiranya ia pikirkan sehingga sekarang baginya nyawa bukanlah sesuatu yang berharga lagi. Dia kerap mati konyol dalam insiden-insiden yang sebenarnya bisa ia cegah, hindari, atau malah atasi. Namun pada satu malam, di kehidupan yang entah ke berapa sekarang, di mana di kehidupan ini ia merupakan seorang pedagang kain, bersama para pedagang lainnya Zata berbaur dengan kalangan bangsawan yang tertarik dengan barang mereka. Di satu malam yang cukup mencekam, di pesta yang seharusnya meriah penuh suka tawa, sebuah pemberontakan, kudeta terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines