Sang Dewa Kebencian

Sang Dewa Kebencian

  • WpView
    Reads 857
  • WpVote
    Votes 245
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2020
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Kehidupan masa lalu Hanzjoe yang buruk menbuatnya menerima sebuah kutukan menyakitkan yang menghancurkan hidupnya, sehingga dia adalah satu satunya manusia yang di tinggalkan di dunia sprank, sendirian menghuni sebuah dunia yang mulai banyak iblis yang bangkit daratan yang luas menperbutkan wilayah kekuasaan dan menghancurkan segala yang ada, menumpahkan darah dimana-mana, sehingga Hanzjoe yang telah lama tertidur dalam kegelapan menyesuaikan dirinya memiliki kekuatan dewa, Akhirnya hanzjoe bangkit dari tidurnya yang panjang dan menundukkan segala pasukan iblis dan terus - terusan bertarung, berperang, menginvansi, serta menghancurkan menbuat dunia yang tidak aman, tujuannya adalah menbalaskan dendamnya terhadap kakaknya dan saudara angkatnya dan akan menundukkan pasukan malaikat, meminta keadilan yang telah di lakukan oleh leluhur, para sepuluh dewa iblis yang kuatnya luar biasa kuat telah terlahir ke alam semesta kembali, mereka telah siap melanjutkan perang besar yang dimana hanya para iblis dan malaikatlah yang hanya manpu melakukannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • KETURUNAN ANGGORO (New Version)
  • Kimetsu no Yaiba // Natsuka Y/n {End}
  • A Wish (Complete)
  • DxD : One Punch Hero
  • Waktu, Kembalilah
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan
  • aku chaos sang kekacauan
  • Pangeran Kegelapan
  • ALZEA

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines