Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Crowds

Crowds

  • WpView
    LECTURAS 15
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 10, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
.Siang yang terik lagi. Sama seperti hari-hari disiang yang telah lalu. Menyebalkan. Membuat suasana hingar diluar sana dan menyesakkan. Tidak terik benar. Hanya cukup membuat peluk dahi mengalir jarang-jarang tetapi cukup untuk membuat rambut menpeli wajah. Aku menghela nafas berat. Pandanganku menyapu mengamati pengunjung yang antusias. Kecewa seketika menyergap pandangan, menjalar menuju kepala, menerobos pikiran, kemudian tiba dihatiku. Mengusik jiwa bagai setan kecil di bahu kiri. Menciutkan nyali untuk berharap lagi. Hari ini, kesempatan tidak mampir hanya karna aku mengharapkannya
Todos los derechos reservados
#248
fiksiindonesia
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Untuk Ayah
  • Untuk, Abadi | Completed ✔
  • DENTING  [Revisi]
  • ARDILA & DINAR
  • Behind Bullying [END]
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • My Friend Is My Strength
  • Pieces of Light
  • 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗡𝗲𝗶𝗿𝗮
  • REGRET

( S E L E S A I ) Alena, seorang gadis yang kehidupannya nyaris sempurna. Memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya, Ibu yang selalu menyiapkan sarapan dan makan malam bersama, kakak perempuan yang populer dengan kecantikan dan kepintarannya, bahkan dirinya selalu mendapat juara 1 di setiap perlombaan cipta puisi. Tapi ternyata waktu terus berlalu, setiap manusia berubah seiring detik dan detak yang berbunyi. Usianya yang menginjak remaja di Sekolah Menengah Pertama, hari-harinya mulai dirasa sepi, hanya Ayahnya yang bersedia menemani dan mengerti. Selalu begitu, rata-rata memang anak perempuanlah yang paling dekat dengan sosok Ayah. Tapi bagaimana jika tuhan lebih menyayangi laki-laki yang selalu ada untuk gadis kecilnya? Bagaimana jika saat bahagia itu ada saat itu pula tuhan hentikan detaknya tapi detik terus berubah menit, jam, hari, dan begitu seterusnya? Cerita singkat ini ditulis untuk kita memaknai suatu peristiwa, menghargai waktu yang ada, berdiri di masa kini, serta sejenak menyingkirkan ketakutan masa lalu dan masa depan. Nikmati dengan secangkir teh dikala matahari terbenam, agar kamu tahu bagaimana senja sekejap lewat untuk sekadar memberi damai. Selamat membaca! Penulis Frisca Octavian

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido