SAGITARIES | sagitarius x aries

SAGITARIES | sagitarius x aries

  • WpView
    LECTURAS 739
  • WpVote
    Votos 63
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadConcluida mié, sep 20, 2023
[On going] Bohong kalau langit tak merindukan hujan Meski hujan hanya penghancur langit yang indah Karna langit bukanlah apa-apa tanpa hujan Bahkan tanpa hujan langit tak bisa menghadirkan pelangi sebagai simbol keceriaan _________________________________________ Kamu membuatku jatuh hati padamu namun kamu tak mau bertanggung jawab. Bahkan saat aku menyerah mendekatimu, kamu malah memberikan harapan yang tak bisa kamu lakukan - Ariesta elara Aku tak tahu takdir apa yang membuatku bertemu denganmu. Tapi perlahan hidupku berubah karna kehadiranmu yang membuatku risih. Kali ini akan kuperjuangkan sebisaku - Sagitarius ethano Ariesta elara : 24 maret 2001 Sagitarius ethano : 13 desember 2000 . . . . . . ©copyright 2019
Todos los derechos reservados
#45
aries
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • Cahaya Cintamu ( TAMAT )
  • Ephemeral{Fanfic Boboiboy} ✔️
  • TERSESAT DI HUTAN PARALEL [TAMAT]
  • Bungsu?! (Boboiboy Solar)
  • THE PLANETS & THEIR WOUNDS (Planet dan lukanya)
  • Asteria
  • Aran [TAMAT] ✓
  • Rumah Ternyaman {Boel × little Sister)
  • WAVER [Completed]

Ps: Cover's credit to the owner. CAN'T GET OVER YOU Suara desingan angin memekakkan telingaku. Penglihatanku memudar, tubuhku terasa begitu ringan - semakin ringan hingga aku tak mampu merasakan sendiri berat tubuhku. Melayang...dengan cepat. Merasuk dalam putaran angin yang begitu kencang. Ketika aku berhasil kembali merasakan keberadaan tubuhku, justru rasa sakit yang amat sangat melanda. Aku terhempas, begitu keras. Rasa sakit yang pertamakali aku rasakan, tetesan air mata yang pertamakali mengalir di wajahku, dan...pertamakalinya aku merasakan tubuhku terluka; berdarah. Tatapanku berubah menjadi sayu - tak sanggup melihat langit yang kini terlihat begitu jauh di atasku. Langit gelap yang tak lagi menerimaku. Langit yang bahkan tak berbintang. Rembulan terlihat begitu kecil dari sini. Menyedihakan. Tempat yang kuanggap rumah selama ini, melepaskanku. Inikah yang aku inginkan? Aku bisa melihat bulu-bulu dari sayapku bertebaran tak menentu. Aku juga dapat merasakan sayapku menyakitiku. Aku menoleh kearah sayap kananku, terlihat begitu jelek. Patah - tak berbentuk. Apakah aku akan lenyap untuk selamanya? Kesadaranku lambat laun menghilang. Mataku terpejam bersamaan dengan teriakan melengking dari seseorang. Aku tak tahu apa yang akan terjadi. Pertamakalinya aku merasakan lelah - sangat lelah...

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido