Kami! Suami istri

Kami! Suami istri

  • WpView
    Reads 108,368
  • WpVote
    Votes 3,115
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 7, 2019
Kelalaian dan kebodohan karena putus cinta dan lupa mengunci pintu kamar, membuat seorang pria terpelajar harus terjebak hal yang konyol. Farhan sampai berani bersumpah pada orang tuanya bahwa ia tak melakukan hal itu. Tapi nasi sudah menjadi bubur, tak bisa kembali menjadi nasi lagi. Bubur itu hanya akan di hiasi oleh sayuran, ikan atau kadang ayam. Pernikahan yang terjadi di antara mereka membuat mereka saling menjauh untuk selang waktu enam bulan, karena Nafisa masih seorang pelajar SMA. Pertemuan pertama ketika Nafisa di boyong keluarga suaminya tidak seperti kisah romantis suami istri lainnya. Tapi penolakan dari Farhan dan kenangan lama Farhan hadir di tengah mereka. Waktu rupanya cepat berlalu. Rasa itu mulai di pupuk dengan kepasraan Nafisa menerima kenyataan. Ketika mereka mulai saling menerima, kenangan lama Nafisa malah hadir membawa beribu cinta yang terus tersimpan rapi. Nantikan kisahnya dengan terus membaca ya. Terim kasih!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • My Husband Amnesia (END)
  • Warisan Tak Terduga [END]
  • masihkah bersama senja
  • I Love Gus (OPEN PO)
  • Cinta Sejati
  • Bucin Ala Al [END]
  • Kekasih Yang Tertunda
  • Perempuan Kedua
  • Jodoh Pilihan Mama (END)

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines