Kami! Suami istri

Kami! Suami istri

  • WpView
    Reads 108,369
  • WpVote
    Votes 3,115
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 7, 2019
Kelalaian dan kebodohan karena putus cinta dan lupa mengunci pintu kamar, membuat seorang pria terpelajar harus terjebak hal yang konyol. Farhan sampai berani bersumpah pada orang tuanya bahwa ia tak melakukan hal itu. Tapi nasi sudah menjadi bubur, tak bisa kembali menjadi nasi lagi. Bubur itu hanya akan di hiasi oleh sayuran, ikan atau kadang ayam. Pernikahan yang terjadi di antara mereka membuat mereka saling menjauh untuk selang waktu enam bulan, karena Nafisa masih seorang pelajar SMA. Pertemuan pertama ketika Nafisa di boyong keluarga suaminya tidak seperti kisah romantis suami istri lainnya. Tapi penolakan dari Farhan dan kenangan lama Farhan hadir di tengah mereka. Waktu rupanya cepat berlalu. Rasa itu mulai di pupuk dengan kepasraan Nafisa menerima kenyataan. Ketika mereka mulai saling menerima, kenangan lama Nafisa malah hadir membawa beribu cinta yang terus tersimpan rapi. Nantikan kisahnya dengan terus membaca ya. Terim kasih!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah baru bersama mu
  • Bucin Ala Al [END]
  • Oh, My Sugarman
  • Suamiku yang aku sayang #SYAS
  • Perempuan Kedua
  • masihkah bersama senja
  • Maafkan Aku Yang Masih Pacaran [SUDAH TERBIT]
  • Farhan & Zahra
  • My Husband Amnesia (END)
  • Jodoh Pilihan Mama (END)

Setelah melewati masa lalu yang penuh penantian dan kehilangan, Nazla akhirnya melangkah ke fase baru dalam hidupnya-menjadi istri dari Ilham, teman sekelasnya semasa kuliah yang selama ini diam-diam menyimpan rasa. Kini, mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di kota. Hari-hari Nazla kini dipenuhi dengan jadwal mengajar sebagai dosen muda, sementara Ilham, suaminya, bekerja di sebuah lembaga riset lingkungan. Kehidupan rumah tangga mereka dimulai tanpa gemerlap janji manis yang berlebihan, melainkan dari hal-hal sederhana yang mereka bangun bersama: sarapan pagi yang hangat, perjalanan singkat ke kampus, dan tawa di balik kelelahan hari-hari panjang. Namun, kehidupan pernikahan tidak selalu semudah kelihatannya. Di tengah kesibukan dan impian masing-masing, keduanya dihadapkan pada ujian: mampukah mereka menjaga cinta tetap hidup di tengah rutinitas yang semakin padat? --- > "Kalau kamu masih mikirin dia, ya udah! Angkat kaki dari rumah ini!" Suara Ilham menggema di ruangan itu, cukup lantang untuk membuat Nazla terdiam dan bergetar di tempatnya berdiri. > "Mas... kamu serius ngomong gitu ke aku?" Nazla hanya bisa menatap mata suaminya dengan tatapan kecewa, matanya berkaca-kaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines