Whisper Of The Heart

Whisper Of The Heart

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 2, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
happy ending? siapa yang tak menginginkannya? jika kutanya pada semua orang yang pernah ku temui, belum ada yang tidak menginginkan happy ending. Kebanyakan mereka memilih happy ending bersama pasangan, jika tidak pun bersama keluarga atau sahabat, tapi banyak juga yang ingin sendiri dan hidup bebas, seperti aku contohnya. Tapi itu niat yang harus ku kurung sekarang, inginku lanjutkan mimpi itu, tapi... waktuku sudah habis, waktuku untuk menikmati hidup sudah habis, marah? tidak.. untuk apa aku marah semuanya sudah berlalu, dan kini aku ingin menceritakan kisah hidupku pada kalian, kisah seorang gadis yang polos, lugu, dan dingin ingin meraih cita citanya yaitu bebas dalam kesendirian harus berhenti karena hutang yang menerkam keluarganya. ku harap kalian ingin membaca kisah hidupku, aku ingin membagi bebanku pada kalian, maaf merepotkan, tapi sungguh... aku tak bisa menanggungnya sendirian lagi, sekali lagi aku meminta maaf.. menanggungnya saat sudah bertemu maut saja masih berat, apalagi jika aku hidup? Cover by: @montiny1424
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Zofanya
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • King Bullying [TELAH TERBIT]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ZENARZEL [SELESAI✔]
  • Second Choice?
  • Ariana [ Tamat ]
  • Rainie ( END )
  • You Are The One
  • [END] Blind Rainbow

Setidaknya aku ingin merasa kali ini jiwaku hidup. Aku selalu menunggu sinar bulan untuk menerangi kegelapan malam ku. Aku selalu menunggu mentari datang menyapa menyambut pagi ku. Tapi sayangnya, semua itu tak pernah lagi kurasakan. Setiap hembusan nafasku, rasanya selalu mencekik di pangkal tenggorokan ku. Seolah-olah dunia memang tidak menginginkan aku untuk ada. Aku benci keadaan ini. Aku lelah. Tapi aku tak bisa menyerah untuk saat ini. "Bisakah kamu hadir hanya untuk menyembuhkan luka ini sekejap saja? aku sakit Ga" aku menekuk lutut di sudut kamar dengan air mata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi putihnya. Jemarinya kuat mengepal, merefleksikan bahwa ia sedang sangat ketakutan. Kusematkan namamu dalam hatiku. Sejauh apapun dirimu saat ini, aku akan selalu membawamu mengabadi. Argio Devanandra. Dalam relung hatiku, aku katakan aku mencintaimu. Dari masa lalumu Zofanya Anggia Putri

More details
WpActionLinkContent Guidelines