Story cover for #BERCERITA PADA SENJA by Ririnn
#BERCERITA PADA SENJA
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published May 10, 2019
1 | Bercecer lalu kalang kabut. Kabur. Terperangkap. Lelah. Lalu duduk diantara manusia yang ribut. Aku, berbuih bercerita pada senja. Sebab, yang lalu lalang, tak mau duduk, lantas menampung dongeng milikku.Telinganya pasti muntah darah.

2 | Kalimat-kalimat, yang aku pun bingung harus kunamai apa. Mungkin muntahan dari kepalaku yang kunang.
(CC) Attrib. NonCommercial
Sign up to add #BERCERITA PADA SENJA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku by D_Prayogo
5 parts Complete
semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".
You may also like
Slide 1 of 10
Rintik jadi Luka cover
Setulus Rasa Untuk Kehidupan cover
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku cover
Untuk Dimas (End) REVISI cover
RUMPANG RAMPUNG cover
ENDING SCENE (JIMINX YOU) cover
Senja Dan Rindu cover
Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ] cover
Ambigu cover
Senja " Elegi Esok Hari " cover

Rintik jadi Luka

19 parts Complete Mature

tiap rintiknya kubiar lepas, menerjang rindu yang enggan terhempas. mungkin nanti saja ku ambil peran, sebelum itu akan ku biarkan luka kita tetap berkesan.