0 Km dalam Cerita

0 Km dalam Cerita

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 14, 2019
Kisah lanjutan "Ada Cerita di Yogyakarta" yang pastinya punya cerita dan rasa yang berbeda. Awalnya yang direncanakan sederhana, menjelma menjadi sebuat pertemuan yang bermakna. Meski batin dan raga belum pernah bersua, serasa pertemanan diantara kita telah berjalan lama. Ya, memang seindah itu namanya kedatangan. Tetapi, kita harus menyadari bahwasannya sebuah kedatangan akan pulang pada saatnya. Semoga kalian suka, dengan part 2 yang penuh drama dan jenaka dari kami Purna Jambore Nasional X 2016 Regional Jawa dan lainnya.
All Rights Reserved
#22
orangbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kota Ini
  • {TERBIT} SWEET ADVENTURE
  • Rindu adalah Kamu
  • Side Story of Folklore
  • TeransJekate
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • Yogyakarta Mendarah
  • MATAHARI DAN BULAN (Telah Terbit)
  • untuk damai

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMAT👀

More details
WpActionLinkContent Guidelines